Pendidikan Semarang

Tingkatkan Kualitas SDM, UPGRIS Resmikan 10 Pojok Literasi di Desa Lembu

BERITASEMARANG.ID – Pembangunan desa yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). Semangat inilah yang diusung Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Desa Lembu, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.

​Puncak kegiatan ditandai dengan Gelar Karya dan Expo PPK Ormawa yang berlangsung meriah berbarengan dengan Karnaval Pembangunan, Festival Seni Budaya, serta Expo UMKM, Senin (31/8/2026).

​Melalui tema Desa Cerdas, mahasiswa UPGRIS menghadirkan inovasi konkret berupa peluncuran 10 Pojok Literasi. Fasilitas ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan spesifik warga desa.

​Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang berdampak langsung pada masyarakat ini. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi empat pilar: perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat lokal.

​”Perguruan tinggi membawa inovasi, mahasiswa menyumbang energi, pemerintah hadir lewat kebijakan, dan masyarakat menyediakan potensi lokal. Poin terpenting dari program ini adalah dampaknya nyata dan berkelanjutan,” tegas Sapto di sela peninjauan stand expo.

Garuda Tambah Penerbangan dan Diskon Tiket untuk Kafilah MTQ Nasional XXXI

​Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ling. Maria Ulfah, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa literasi dalam program ini dikembangkan secara inklusif, tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis.

​Daftar 10 Fokus Pojok Literasi Desa Lembu:

-. ​Literasi Mitigasi & Literasi Sehat

-. ​Literasi Pertanian & Literasi Ekonomi Kreatif

-. ​Literasi Adat Istiadat & Seni Budaya

Sambut Peserta MTQ Nasional, Semarak Keberagaman FKL 2026 Diperpanjang   

-. ​Literasi Digital, Baca, & Numerasi

-. ​Literasi Karakter Spiritual & Pemberdayaan Perempuan

​Setiap pojok dilengkapi kurikulum nonformal terstruktur sebanyak 11 kali pertemuan, sehingga total terdapat 110 sesi pembelajaran. Selain pelatihan, dibentuk pula kepengurusan lokal dan rencana kerja terukur agar pengoperasian sarana ini tetap berjalan mandiri walau masa pengabdian mahasiswa telah usai.

​Melalui sinergi pendidikan, ekonomi, dan budaya ini, Desa Lembu diharapkan mampu bertransformasi menjadi desa mandiri berbasis ekosistem pembelajaran masyarakat yang berkelanjutan.

Jateng Kejar Tayang: Venue MTQ Nasional 2026 Target Tuntas H-1  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement