Pendidikan Jateng

UNDIP Lepas 144 Personel Tim Ekspedisi PATRIOT 2026 ke Papua dan Sumatera Selatan

​​BERITASEMARANG.ID  — Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional. Bermitra dengan 21 perguruan tinggi se-Indonesia, UNDIP resmi melepas Tim Ekspedisi PATRIOT 2026 untuk menerjunkan 144 personel ke Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi (KETT) di wilayah Papua dan Sumatera Selatan.

​Acara Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi PATRIOT 2026 digelar secara hibrid di Gedung ICT Center, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang, pada Selasa (21/7/2026). Tim yang terdiri dari dosen, mahasiswa, hingga alumni ini diterjunkan langsung untuk mendukung program Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.

​Dalam pidato virtualnya, Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., berpesan agar seluruh anggota tim dapat menjaga almamater serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat lokal.

​”Saya melepas teman-teman semua ke area Sumatera dan Papua, semoga terus menjadi inspirasi dan memberikan kontribusi bagi Indonesia. Selamat jalan, mudah-mudahan teman-teman kembali dengan keadaan sehat,” tutur Prof. Suharnomo.

​Pelepasan secara simbolis dipimpin oleh Wakil Rektor IV UNDIP Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik, Wijayanto, Ph.D. Ia menegaskan bahwa ekspedisi ini merupakan wujud nyata UNDIP sebagai universitas berdampak yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mendengarkan aspirasi masyarakat di daerah.

Wajah Baru Stasiun Tawang: Menjaga Sejarah, Memacu Ekonomi Semarang

​Ketua PIC Tim Ekspedisi PATRIOT UNDIP, Prof. Dr.Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., MPS, menjelaskan bahwa tahun ini intervensi program difokuskan pada empat pilar utama:

  • Pembangunan Infrastruktur
  • Pengembangan Komoditas Lokal
  • Penguatan Kelembagaan
  • Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)

​Seluruh peserta dibagi ke dalam 20 tim area penugasan di Papua (seperti KT Senggi di Kabupaten Keerom) serta 4 tim di Sumatera Selatan (terdiri dari KT Petata, KT Parit Rambutan, KT Telang, dan KT Kikim).

​Sebelum diberangkatkan, para peserta dibekali materi dari empat narasumber lintas disiplin untuk memantapkan kesiapan di lapangan:

  1. Kebijakan & Spasial: Dr. Ir. Jawoto Sih Setyono, MDP memaparkan fokus pengembangan wilayah, keterkaitan desa-kota, serta penguatan kapasitas kelembagaan.
  2. Adaptasi Sosial & Budaya: Annastasia Ediati, Ph.D. menekankan pentingnya social cultural entry. Selain menjalin komunikasi dengan dinas dan kelompok tani, tim diminta menghormati adat setempat, seperti kearifan tradisi Ondoafi (pemimpin suku) di Papua.
  3. Komunikasi & Publikasi: Dr. Nurul Hasfi, S.Sos., M.A. mengedukasi peserta tentang teknik story-telling berbasis emosi dan etika antarbudaya agar pesan pemberdayaan dapat tersampaikan secara efektif di media sosial.
  4. Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Robetmi Jumpakita Pinem, Ph.D. membekali peserta mengenai pendampingan usaha, pelatihan keterampilan digital, dan pengelolaan keuangan masyarakat desa.

​Keberhasilan ekspedisi tahun ini didukung oleh kolaborasi lintas perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia. Kampus yang terlibat antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Cendrawasih, Universitas Sriwijaya, Universitas Negeri Semarang, Institut Teknologi Sumatera, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, hingga Universitas Syiah Kuala.

​Melalui kolaborasi ini, Ketua LPPM UNDIP Prof. Dr.Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T. berharap Ekspedisi PATRIOT 2026 mampu menjadi katalisator lahirnya model pembangunan transmigrasi yang adaptif, berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Wuling Resmi Meluncurkan Aira ev di GIIAS 2026: Mobil Listrik Ringkas nan Bergaya Neo Classic, Harga Mulai Rp155 Juta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement