Pendidikan Serambi Islam

Harmoni Sains dan Al-Qur’an: Kisah Fawwaz, Mahasiswa Teknik Kimia UNDIP Hafidz 20 Juz

BERITASEMARANG.IDAbdurrahman Fawwaz, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro (UNDIP) angkatan 2022, membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan bahkan membuahkan prestasi nasional.

​Fawwaz, yang saat ini tengah berjibaku dengan skripsi dan perannya sebagai asisten laboratorium, baru saja menorehkan prestasi gemilang. Ia berhasil menyabet Juara 2 Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2025 untuk cabang Hifdzil Qur’an 20 Juz di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

​Perjalanan Fawwaz menuju podium juara tidaklah instan. Ia mengakui bahwa kegagalan di ajang yang sama pada tahun 2023 menjadi pelajaran berharga baginya.

​”Capaian ini membawa rasa syukur dan haru. Saya belajar dari kegagalan tahun 2023 untuk terus memperbaiki diri. Amanah dari UNDIP adalah motivasi terbesar saya untuk memberikan yang terbaik,” ujar Fawwaz.

​Meski sibuk dengan riset dan aktivitas di laboratorium Teknik Kimia, Fawwaz tetap konsisten menjaga hafalan Al-Qur’annya. Baginya, atmosfer kampus UNDIP yang suportif sangat membantu dalam menyeimbangkan aspek akademik dan non-akademik.

Perkuat Transparansi, OJK dan SRO Tuntaskan 4 Agenda Reformasi Pasar Modal

​Beberapa poin kunci yang membuat Fawwaz unggul antara lain:

-. ​Kedisiplinan: Membagi waktu antara tugas praktikum, asistensi lab, dan murojaah (mengulang hafalan).

-. ​Dukungan Institusi: Mengikuti pembinaan intensif dan pelatihan rutin yang difasilitasi oleh pihak universitas.

-. ​Berpikir Kritis: Keterlibatannya dalam berbagai kompetisi sains dan teknologi turut mengasah kemampuan problem solving yang ia terapkan dalam menghafal maupun belajar.

​Bagi Fawwaz, prestasi ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan bagian dari visi “UNDIP Bermartabat dan Bermanfaat”. Ia percaya bahwa kontribusi mahasiswa melalui prestasi nasional dan internasional adalah langkah nyata mendukung UNDIP menuju World Class University.

Perkuat Hubungan Industrial, CCEP Indonesia dan Serikat Pekerja Resmi Sepakati PKB 2026-2028

​”Kesempatan selalu ada bagi siapa saja yang mau mencoba. Mari manfaatkan setiap peluang untuk berkontribusi bagi almamater dan Indonesia,” pungkasnya.

​Kisah Fawwaz menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa teknik tidak hanya mampu menaklukkan rumus-rumus rumit di laboratorium, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai spiritualitas yang tinggi. Sebuah harmoni yang diharapkan mampu menginspirasi generasi muda lainnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement