Pendidikan Jateng

Pemprov Jateng Buka Sekolah Gratis untuk 231 Ribu Siswa di SPMB 2026

BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi memberlakukan kembali kebijakan program sekolah gratis untuk tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan ini diterapkan langsung pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA Negeri, SMK Negeri, dan SLB Negeri.

​Tidak tanggung-tanggung, alokasi kuota yang disediakan mencapai 231.724 siswa. Jumlah fantastis ini siap menampung sekitar 40,83 persen dari total lulusan SMP sederajat di wilayah Jawa Tengah.

​Bebas SPP hingga Fasilitas Sekolah

​Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan SMAN, SMKN, dan SLBN di bawah naungan Pemprov Jateng dilarang keras melakukan pungutan kepada siswa maupun orang tua.

​”Biaya operasional sekolah pada semua satuan pendidikan SMA Negeri, SMK Negeri dan SLB Negeri tanpa pungutan kepada siswa atau orang tua siswa,” ujar Sadimin di Semarang, Jumat (12/6/2026).

Manjakan Pecinta Otomotif, BAIC Semarang Gelar Eksibisi Eksklusif di Istana Buah Setia Budi

​Melalui program sekolah gratis ini, siswa akan mendapatkan pembebasan biaya untuk berbagai komponen dasar pendidikan, meliputi:

-. ​Biaya Operasional: Bebas uang SPP dan iuran wajib.

-. ​Buku Pelajaran: Paket buku pelajaran sesuai kurikulum disediakan gratis.

-. ​Fasilitas Pendidikan: Akses gratis untuk laboratorium, perpustakaan, dan kegiatan akademik.

-. ​Ekstrakurikuler: Bebas biaya untuk kegiatan tertentu seperti organisasi siswa, seni, dan olahraga.

Mohammed Djarboua: Jurnalis Aljazair Berusia 58 Tahun yang Lulus Sarjana 2 Tahun di Fikom Unissula lewat Jalur RPL

​Perluas Akses: Gandeng 139 Sekolah Swasta

​Tak hanya menyasar sekolah negeri, Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen juga memperluas jangkauan program ini ke sektor swasta melalui Program Sekolah Kemitraan. Program ini dikhususkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

​Pemprov Jateng mengalokasikan bantuan sebesar Rp2 juta per murid per tahun untuk menyokong program ini. Saat ini, sudah ada 139 sekolah swasta (56 SMA dan 83 SMK swasta) yang bermitra dengan daya tampung mencapai 5.004 kursi. Proses seleksinya akan diintegrasikan langsung melalui jalur afirmasi SPMB Negeri.

​Kuota Khusus SMK Boarding dan Semi Boarding

​Bagi masyarakat yang membutuhkan fasilitas asrama penuh, Pemprov Jateng juga tetap mempertahankan program andalan SMK Boarding (sekolah berasrama) dan Semi Boarding. Pada program ini, seluruh biaya operasional maupun biaya personal siswa ditanggung penuh oleh pemerintah.

Cegah “Bullying” dan Kekerasan, Nawal Yasin Perkuat Edukasi Kesehatan Mental Santri

​Untuk program SMK Boarding School, kuota tersedia di tiga lokasi strategis, yaitu SMKN Jateng Semarang sebanyak 120 kursi, SMKN Jateng Pati 72 kursi, dan SMKN Jateng Purbalingga sebanyak 96 kursi.

​Sementara itu, untuk program SMK Semi Boarding School, total kuota yang disediakan mencapai 471 kursi. Program ini diselenggarakan di 15 SMK Negeri yang tersebar di 15 kabupaten, meliputi Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Klaten, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Demak, Pemalang, dan Brebes.

​Komitmen Bersih: “No Titip, No Jastip”

​Menutup keterangannya, Sadimin menjamin bahwa proses seleksi SPMB Jawa Tengah 2026 akan berjalan dengan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kecurangan.

​”SPMB Jawa Tengah 2026 no titip, no jastip,” tegasnya.

​Di sisi lain, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa penguatan jalur afirmasi dan sekolah gratis ini merupakan instrumen utama pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mendongkrak kesejahteraan warga melalui pendidikan.

​“Banyak masyarakat kita punya istilah, habis lulus SMP langsung kerja. Maka jalur afirmasi kita perbanyak,” pungkas Luthfi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement