Jateng Nasional

Jawa Tengah Juara 1 Penyaluran Kredit Perumahan Rp2,3 Triliun, Menteri PKP Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi

BERITASEMARANG.ID – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatatkan prestasi gemilang dalam sektor properti dan ekonomi kerakyatan. Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jateng menduduki peringkat pertama nasional dalam realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) periode 1 Januari hingga 1 April 2026 dengan nilai mencapai Rp2,3 triliun.

​Atas capaian tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Gubernur Ahmad Luthfi. Menurutnya, keberhasilan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan roda ekonomi melalui sektor perumahan.

​”Kita harus belajar sama Jateng dan Gubernurnya. Saya senang sekali Jateng nomor satu,” ujar menteri yang akrab disapa Ara tersebut saat menerima kunjungan Gubernur Ahmad Luthfi di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

​Kabupaten Brebes, Banyumas, dan Sragen Jadi Penopang Utama

​Data kementerian merinci bahwa penyaluran kredit terbesar di Jawa Tengah tersebar di tiga wilayah utama:

  1. Kabupaten Brebes: Rp131,5 miliar.
  2. Kabupaten Banyumas: Rp117,4 miliar.
  3. Kabupaten Sragen: Rp115,6 miliar.

​Selain unggul dalam kredit umum, Jateng juga menunjukkan performa impresif pada program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah bersubsidi. Pada tahun 2025, Jateng berhasil merealisasikan 24.470 unit rumah subsidi (peringkat dua nasional). Tahun ini, Menteri PKP menargetkan angka tersebut melonjak hingga 40.000 unit.

FH USM dan DPN Peradi Kembali Cetak Advokat Berintegritas Lewat PKPA Angkatan XXIX  

​Strategi Penurunan Backlog dan Pemanfaatan Lahan

​Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomitmen menekan angka kekurangan kebutuhan rumah (backlog). Pada tahun 2025, Jateng berhasil menangani backlog sebanyak 274.514 unit, atau turun sekitar 20%.

​”Sisa backlog perumahan saat ini sekitar 1.058.454 unit. Penanganan ini bersumber dari kolaborasi APBN, APBD Provinsi/Kabupaten, Baznas, hingga CSR perusahaan,” jelas Luthfi.

​Tak hanya soal angka, Jateng juga disebut sebagai provinsi dengan pendataan lahan untuk permukiman terbaik melalui koordinasi dengan Menteri ATR/BPN.

​Gunakan Genteng Lokal untuk Berdayakan UMKM

​Salah satu poin menarik dalam pertemuan tersebut adalah rencana penggunaan material lokal dalam proyek perumahan pemerintah. Menteri Ara menegaskan akan memanfaatkan sentra genteng di Kebumen dan Jepara.

​”Kita akan gunakan genteng dari Jateng agar UMKM lokal bergerak maju,” tambahnya.

JNE Gelar Promo JTR Kirim Barang Mumpuni Mulai Rp2.000/Kg

​Rencana Aksi 2026: Bedah Rumah hingga Penataan Kumuh

​Dalam pertemuan yang juga dihadiri sejumlah kepala daerah dari Jepara, Batang, hingga Banyumas tersebut, Pemprov Jateng mengusulkan beberapa program strategis untuk sisa tahun 2026, di antaranya:

  • Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
  • Pembangunan Rumah Susun (Rusun).
  • Penataan kawasan permukiman kumuh di wilayah Batang, Banyumas, Jepara, dan Kota Semarang.

​Dengan capaian ini, Jawa Tengah semakin memperkuat posisinya sebagai lokomotif pembangunan hunian rakyat di Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement