BERITASEMARANG.ID – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang mengambil peran strategis dalam menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui keahlian di bidang teknologi informasi dan komunikasi, ratusan mahasiswa Udinus diterjunkan untuk menekan angka sampah pangan (food waste) di lingkungan sekolah dasar di Kota Semarang.
Langkah ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Gizi Nasional (BGN), dan civitas akademika Udinus. Fokus utamanya adalah mengubah perilaku siswa agar menghabiskan paket makanan yang diberikan melalui pendekatan media audiovisual yang kreatif.
Pendekatan Kreatif dan Multimedia
Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Komputer Udinus, Dr. Pujiono, mengungkapkan bahwa sebanyak 230 mahasiswa dilibatkan dalam kampanye “Stop Boros Pangan” ini. Para mahasiswa ditantang untuk menerjemahkan substansi gizi yang kompleks menjadi konten yang mudah dicerna oleh anak-anak.
”Penyampaian pesan akan kami lakukan melalui berbagai kanal, mulai dari animasi, video pendek, hingga tulisan kreatif yang disesuaikan dengan psikologi usia siswa SD,” ujar Pujiono.
Ia menambahkan, keterlibatan ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan bentuk pengabdian masyarakat yang memberikan pengalaman lapangan berharga bagi mahasiswa dalam memecahkan persoalan riil di masyarakat.
Menjawab Tantangan MBG
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng, Dyah Lukisari, menjelaskan bahwa evaluasi awal program MBG menunjukkan adanya sisa makanan yang terbuang karena faktor selera atau ketidaksukaan siswa terhadap sayuran.
”Kami menyiapkan substansi gizinya, sementara Udinus mengemasnya dari sisi ilmu komunikasi dan IT. Sinergi ini sangat krusial agar pesan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) sampai ke anak-anak dengan cara yang menyenangkan,” jelas Dyah.
Dampak Lingkungan dan Data
Bagi mahasiswa, program ini menjadi wadah untuk memberikan dampak sosial yang lebih luas. Widya Wardani, mahasiswi Ilmu Komunikasi Udinus, mengaku antusias memproduksi konten yang mengedukasi siswa mengenai dampak lingkungan dari pemborosan pangan.
”Ini tantangan besar. Kami ingin anak-anak paham bahwa menghabiskan makanan bukan hanya soal kenyang, tapi juga tentang menjaga keberlanjutan lingkungan,” kata Widya.
Selain sebagai sarana edukasi, output dari kreativitas mahasiswa Udinus ini juga akan menjadi bahan evaluasi bagi Badan Gizi Nasional dalam memproduksi menu MBG ke depan. Dengan data serapan makanan yang lebih baik, diharapkan efisiensi anggaran negara dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini dapat terjaga tanpa menghasilkan sampah pangan yang berlebih.

Komentar