BERITASEMARANG.ID – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HIPKA) Jawa Tengah untuk memperkuat implementasi ekonomi syariah di wilayahnya. Hal ini dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang berkeadilan dan tahan terhadap guncangan global.
Seruan tersebut disampaikan Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, dalam acara Halalbihalal HIPKA Jateng yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur, Sabtu (18/4). Di hadapan puluhan pengusaha muda dan senior, ia menekankan bahwa esensi ekonomi syariah bukan sekadar label, melainkan sistem yang mengedepankan pertumbuhan bersama.
”Prinsip ekonomi syariah itu kalau mau tumbuh ya harus tumbuh bersama. Tidak boleh ada yang ditinggalkan. Jika pengusahanya maju, maka lingkungan di sekitarnya juga harus ikut merasakan dampaknya,” ujar Taj Yasin dalam sambutannya.
Sinergi dengan Pemerintah dan BUMD
Taj Yasin menyadari bahwa visi besar ini tidak bisa dijalankan secara parsial. Ia mendorong HIPKA untuk menjalin kolaborasi konkret dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, sinergi ini akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih stabil.
”Kemajuan sebuah daerah mustahil dicapai jika pengusahanya bergerak sendiri-sendiri tanpa sinkronisasi dengan kebijakan pemerintah. Kita perlu kerja bersama sesuai peran masing-masing,” tambahnya.
Benteng Ketahanan Nasional
Di tengah dinamika ketidakpastian dunia akibat konflik global yang berdampak pada rantai pasok dan inflasi, Taj Yasin menyebut kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha lokal sebagai “benteng pertahanan” yang paling krusial. Kekuatan ekonomi domestik yang berbasis syariah diyakini mampu menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas sosial.
”Negara mana pun, ketika ekonominya mapan dan sistemnya jelas, pasti akan lebih kuat dalam menjalankan roda pemerintahan. Inilah mengapa penguatan ekonomi di tingkat daerah menjadi sangat vital bagi ketahanan nasional,” tegasnya.
Respons Positif HIPKA
Menyambut ajakan tersebut, Ketua HIPKA Jateng, Asrar, menyatakan kesiapan organisasinya untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Ia menegaskan bahwa anggota HIPKA yang memiliki latar belakang sebagai aktivis dan akademisi mempunyai tanggung jawab moral untuk memajukan ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah.
”Kami menyambut baik arahan Bapak Wakil Gubernur. Intinya, kami akan bersinergi terus dengan pemerintah, baik dalam program pemberdayaan UMKM maupun pengembangan sektor-sektor strategis lainnya di Jawa Tengah,” kata Asrar.
Acara yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan diskusi terbatas mengenai potensi kerja sama investasi dan penguatan literasi keuangan syariah bagi para pelaku usaha lokal. Melalui momentum Halalbihalal ini, diharapkan muncul gagasan-gagasan segar yang mampu menjawab tantangan ekonomi Jawa Tengah di masa depan.

Komentar