BERITASEMARANG.ID – Ibu Kota Jawa Tengah bersiap memamerkan wajah toleransinya melalui gelaran megah Pawai Ogoh-Ogoh yang akan dihelat pada Minggu (26/4). Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 ini diprediksi akan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya berkat dukungan solidaritas dari berbagai daerah di luar Semarang.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan bahwa perhelatan tahun ini memiliki esensi yang lebih dalam. Selain partisipasi lokal, kekuatan acara kali ini terletak pada keterlibatan aktif kelompok dari luar daerah, seperti PHDI Jepara, PHDI Kendal, hingga kelompok Beleganjur asal Yogyakarta.
”Tahun ini ada dukungan nyata dari wilayah tetangga yang pada penyelenggaraan sebelumnya tidak ada. Perbedaan besar lainnya adalah pementasan Sendratari Legenda Rawa Pening yang akan menjadi penutup manis di Simpang Lima,” ujar Agustina saat memberikan keterangan resmi.
Pawai akan dimulai pukul 14.00 WIB, mengambil rute ikonik mulai dari Balai Kota di Jalan Pemuda, melewati Tugu Muda, menyusuri Jalan Pandanaran, dan berakhir di Lapangan Pancasila Simpang Lima. Pemilihan rute protokol ini bertujuan agar masyarakat luas dapat menikmati sajian budaya dengan lebih leluasa.
Iring-iringan ini bukan sekadar prosesi keagamaan, melainkan parade akulturasi budaya. Warga akan disuguhi kolaborasi unik antara:
-. Seni Tradisional Bali: Ogoh-ogoh, Leak, dan musik Beleganjur.
-. Kesenian Lokal Semarang: Warak Ngendog.
-. Lintas Etnis & Budaya: Barongsai, Rebana, Angklung, hingga Kuda Lumping.
Semangat yang diusung dalam pawai ini adalah filosofi Memayu Hayuning Bhawono (menjaga keselamatan dunia), Memayu Hayuning Sesami (menciptakan toleransi), dan Memayu Hayuning Diri (komitmen pribadi dalam menjaga harmoni).
Hal ini selaras dengan prestasi Kota Semarang yang baru saja dinobatkan sebagai peringkat ketiga Kota Paling Toleran di Indonesia versi SETARA Institute tahun 2026.
”Capaian tersebut adalah bukti nyata bahwa masyarakat kita sangat terbuka. Mari kita saksikan dan rayakan momentum ini sebagai pengingat untuk terus merawat harmoni yang sudah menjadi identitas kita,” pungkas Wali Kota.
Pemerintah Kota mengimbau warga untuk datang lebih awal dan tetap menjaga ketertiban selama acara berlangsung guna memastikan perayaan keberagaman ini berjalan khidmat sekaligus menghibur.

Komentar