BERITASEMARANG.ID – Kabar membanggakan datang dari dunia akademisi Universitas Semarang (USM). Salah satu dosen Teknik Sipil, Nur Fithriani Fatma Cholida, ST, MT, resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka promosi doktor di Program Doktor Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Sabtu (25/4).
Dalam penelitiannya yang berjudul “Perilaku Beton SCC (Self Compacting Concrete) Mutu Tinggi Terkekang (Confined) Berserat Baja terhadap Beban Konsentrik”, Dr. Nur Fithriani menyoroti efisiensi teknologi beton yang mampu memadat sendiri (SCC). Inovasi ini dinilai sangat praktis karena tidak memerlukan alat pemadat khusus dalam proses pengerjaannya.
Solusi Daktilitas Beton
Nur Fithriani menjelaskan bahwa penerapan teknologi SCC pada beton berserat baja mutu tinggi bertujuan untuk mengatasi masalah kelecakan (workability) beton yang kerap menjadi kendala di lapangan. Penelitian ini secara khusus mengevaluasi bagaimana kekuatan dan daktilitas (kemampuan struktur meregang tanpa runtuh tiba-tiba) beton saat diberi kekangan dan beban konsentrik.
”Kami menguji 48 spesimen penampang bulat dan 18 spesimen penampang persegi. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi beton SCC mutu tinggi berserat baja dapat dicapai dengan penambahan bahan Consol SS-8 minimal 0,6% dari berat semen,” jelasnya usai ujian.
Temuan Penelitian
Beberapa poin krusial yang dihasilkan dari riset ini antara lain:
- Kekuatan Tekan: Meningkat seiring bertambahnya volume fraksi serat (vf) pada rasio air semen yang sama.
- Pola Keruntuhan: Beton menunjukkan karakter daktail, artinya tidak terjadi keruntuhan mendadak saat mencapai beban maksimum.
- Peran Tulangan Pengekang: Pemasangan spasi tulangan yang lebih rapat atau rasio volumetrik yang lebih tinggi secara signifikan meningkatkan nilai kekuatan (K) dan daktilitas (TI).
- Perbandingan Teknis: Untuk penampang bulat, penggunaan tulangan tipe spiral secara umum memiliki kinerja lebih baik dibanding tipe hoop. Namun, tipe hoop menjadi lebih unggul jika menggunakan tegangan leleh tinggi (f_y = 544 MPa).
Implikasi Desain
Penelitian ini juga menghasilkan model analisis baru. Dengan menggunakan kriteria Mohr Coulomb, ditemukan nilai koefisien efektivitas kekangan (\alpha) sebesar 3,0.
”Hasil penelitian ini menurunkan persamaan rasio volumetrik tulangan pengekang minimum yang cukup konservatif. Hal ini penting sebagai referensi baru dalam standar perencanaan kolom beton berserat baja SCC di masa depan,” tambah Dr. Nur Fithriani.
Sidang promosi ini dipimpin oleh Ketua Dewan Penguji Dr. Abdul Rochim, ST, MT, dengan Promotor Prof. Dr. Ir. Antonius, MT, IPU, serta dihadiri oleh jajaran penguji ahli dari berbagai universitas, termasuk penguji eksternal Prof. Dr. Eng. Rendi Thamrin, ST, MT.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi industri konstruksi di Indonesia, khususnya dalam pembangunan infrastruktur yang memerlukan beton mutu tinggi dengan efisiensi pengerjaan yang maksimal.

Komentar