Semarang

Abadikan Sejarah, Walikota Semarang Luncurkan Sampul Peringatan HUT ke-479

BERITASEMARANG.ID – Momentum bersejarah menyelimuti Halaman Balai Kota Semarang pada Sabtu (2/5/2026). Tepat di puncak peringatan HUT ke-479 Kota Semarang, Walikota Semarang,  Agustina Wilujeng Pramestuti, secara resmi menandatangani Sampul Peringatan bertajuk “479th Kota Semarang”.

​Prosesi penandatanganan ini didampingi langsung oleh Kepala Kantor Pos Cabang Utama Semarang, Dias Woro Nugroho Ari Susanti, sebagai bagian dari rangkaian upacara resmi hari jadi kota.

​Bagi Pemerintah Kota Semarang, peluncuran sampul ini bukan sekadar seremoni administratif. Walikota Agustina menegaskan bahwa benda filateli ini adalah simbol kebanggaan dan identitas masyarakat.

​”Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, pada kesempatan yang berbahagia ini secara resmi dilaksanakan launching Cap Stempel Logo HUT ke-479 Kota Semarang serta penerbitan Sampul Peringatan Edisi HUT ke-479,” ujar Walikota dalam sambutannya.

​Beliau menambahkan bahwa identitas visual ini menggambarkan perjalanan panjang Semarang sebagai kota yang terus bertransformasi menjadi metropolitan yang inklusif, berbudaya, berdaya saing, dan semakin hebat.

Hadiri Silatnas Annitho Aswaja, Taj Yasin Kumpul Bareng Ribuan Anggota Thariqah di Semarang

​Kerja sama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang dengan Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) ini juga memperkenalkan cap stempel khusus (cap pos).

​Berikut adalah poin-poin penting terkait penggunaan cap stempel tersebut:

  • Lokasi: Kantor Pos Besar Johar, Semarang.
  • Masa Berlaku: 2 Mei hingga 31 Mei 2026.
  • Fungsi: Dibubuhkan pada setiap kiriman surat atau kartu pos berprangko yang diproses melalui Kantor Pos Semarang.
  • Nilai Sejarah: Menjadi bukti otentik momentum sejarah bagi para kolektor filateli (kolektor prangko).

​Selain sebagai penanda waktu dan lokasi pengiriman, cap stempel khusus ini berfungsi sebagai media komunikasi publik. Di dunia filateli, cap seperti ini sering digunakan untuk menyampaikan pesan edukasi, sosialisasi program pemerintah, hingga promosi pariwisata daerah.

​Diharapkan, melalui inisiasi ini, warga Semarang—khususnya generasi muda—kembali mengenal dunia filateli. Mengoleksi benda pos bukan sekadar hobi, melainkan cara menjaga rekaman sejarah, budaya, dan perkembangan bangsa dari masa ke masa.

Jelang Muktamar VIII IPHI, Prof Imam Taufiq Dorong Penguatan Peran Organisasi dalam Pembinaan Haji

​Dengan adanya Sampul Peringatan HUT ke-479 ini, jejak langkah “Kota Atlas” menuju masa depan kini terdokumentasi rapi dalam lembaran sejarah filateli nasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement