BERITASEMARANG.ID – Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (FE USM) terus berkomitmen memperkuat wawasan internasional mahasiswanya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Kuliah Umum Internasional bertajuk ”Quality Management for Future Leaders: Building Global Competitiveness in the Era of Digital Transformation” di lingkungan kampus, Senin (11/5).
Acara yang diikuti oleh sedikitnya 210 mahasiswa ini menghadirkan pakar manajemen dari University Malaya, Dr. Erialdi Syahrial, sebagai narasumber utama. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dekan FE USM Dr. Edy Suryawardana, S.E., M.M., jajaran Wakil Dekan, para Ketua Program Studi (D3 Manajemen Perusahaan, S1 Akuntansi, S1 Manajemen), serta jajaran dosen FE USM.
Dalam sambutannya, Dekan FE USM, Dr. Edy Suryawardana, menegaskan bahwa penguatan wawasan global adalah harga mati di tengah pesatnya transformasi digital. Ia menekankan bahwa teknologi hanyalah alat, namun kualitas manusialah yang menjadi penentu.
”Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana membangun kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi, berintegritas, dan memiliki daya saing global,” tegas Edy.
Edy juga berpesan agar mahasiswa senantiasa meningkatkan kompetensi, inovasi, serta kemampuan berpikir strategis. Menurutnya, kepemimpinan yang adaptif adalah kunci untuk menembus persaingan di tingkat internasional.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Dr. Teguh Ariefiantoro, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka cakrawala mahasiswa mengenai pentingnya manajemen mutu dalam organisasi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemimpin yang responsif terhadap perubahan zaman.
”Kami melihat antusiasme peserta sangat tinggi dalam sesi interaktif. Harapannya, setelah ini mahasiswa semakin siap menghadapi dinamika dunia kerja global dan menjadi generasi profesional yang unggul serta inovatif,” ujar Teguh.
Kuliah umum ini merupakan bagian dari rangkaian upaya strategis FE USM dalam mencetak lulusan yang tidak hanya jago di dalam negeri, tetapi juga diakui secara global di era disrupsi digital.

Komentar