BERITASEMARANG.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mencatat sebanyak 240 kasus HIV baru berhasil ditemukan selama periode Januari hingga Mei 2026. Angka ini mencuat seiring dengan masifnya program skrining, perluasan akses tes, serta penguatan penemuan kasus secara aktif (active case finding) di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Hakam, menegaskan bahwa tingginya angka temuan ini tidak serta-merta menunjukkan lonjakan penularan di masyarakat. Sebaliknya, fenomena ini menjadi bukti keberhasilan sistem kesehatan dalam menjangkau populasi yang selama ini belum terdeteksi.
”Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan tidak selalu berarti penularan HIV meningkat. Justru hal ini menunjukkan bahwa layanan skrining semakin menjangkau kelompok yang sebelumnya belum terdeteksi,” ujar dr. Hakam dalam keterangannya.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinkes Kota Semarang, kelompok risiko dengan proporsi temuan tertinggi didominasi oleh kelompok Laki-laki Seks dengan Laki-laki (LSL).
Sebagai langkah nyata memperluas jangkauan, Dinkes Kota Semarang meluncurkan program inovatif bertajuk LIDYA DIMARI (Layanan Tes HIV dan Layanan ARV di Malam Hari).
Program ini menyasar masyarakat atau pekerja yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang ke fasilitas kesehatan pada jam kerja reguler. Bagi warga yang ingin mengakses layanan ini, informasi mengenai jadwal pelaksanaan dan lokasi puskesmas penyelenggara dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @dkksemarang.
Dr. Hakam menambahkan, deteksi dini merupakan kunci utama dalam pengendalian HIV. Dengan mengetahui status lebih cepat, pengobatan menggunakan terapi antiretroviral (ARV) bisa segera diberikan.
”Saat ini HIV sudah dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat dan teratur. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan HIV. Semakin cepat diketahui, semakin baik hasil pengobatannya,” tambahnya.
Pemerintah Kota Semarang juga mengimbau keras masyarakat agar menghentikan stigma negatif dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV). Edukasi mengenai penularan virus ini perlu terus diluruskan.
- Fakta Penularan: HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi alat makan, atau bekerja bersama di satu ruangan.
- Kualitas Hidup ODHIV: Dengan konsumsi ARV secara rutin sesuai anjuran tenaga medis, ODHIV dapat tetap hidup sehat, produktif, dan beraktivitas normal seperti biasa.
Seluruh layanan tes HIV dan pengobatan ARV di Kota Semarang dipastikan berjalan dengan memegang teguh prinsip kerahasiaan, keamanan, dan tanpa diskriminasi. Melalui pendekatan komprehensif ini, Pemkot Semarang optimis dapat mencapai target eliminasi HIV sebagai masalah kesehatan masyarakat di masa depan.

Komentar