BERITASEMARANG.ID – Kabar bahagia datang dari Semarang Zoo. Salah satu koleksi satwa populer mereka, Kapibara (Hydrochoerus hydrochaeris), baru saja melahirkan dua ekor anakan. Kehadiran bayi-bayi pengerat raksasa ini menjadi angin segar sekaligus menambah daya tarik bagi pengunjung.
Sebagai informasi, indukan Kapibara tersebut merupakan hasil program tukar-menukar satwa tidak dilindungi dengan Taman Satwa Ragunan pada pertengahan tahun lalu. Sebelum ini, satwa Sitatunga yang didatangkan bersamaan juga telah sukses melahirkan seekor anakan.
Kondisi Bayi Kapibara Sehat, Jenis Kelamin Belum Diketahui
Dokter Hewan Semarang Zoo, drh. Nurul Fauziah, menyampaikan bahwa saat ini kedua anakan Kapibara tersebut sudah berusia hampir satu bulan. Pihak tim medis terus memantau perkembangannya dan memastikan kondisinya dalam keadaan sehat.
”Kondisinya, alhamdulillah sehat, dan masih terpantau diasuh oleh induknya. Tapi belum bisa diketahui jenis kelaminnya kalau hanya dengan melihat saja,” ujar drh. Nurul saat ditemui di lokasi, Kamis (4/6/2026).
Terkait prosedur administrasi, drh. Nurul menjelaskan bahwa setiap dinamika populasi satwa, baik kelahiran maupun kematian, wajib dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Saat ini, proses pelaporan untuk dua anggota baru ini sedang dipersiapkan.
Perawatan Intensif dan Trik Unik Bersihkan Kolam
Merawat Kapibara ternyata memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga suhu tubuhnya di tengah cuaca yang tidak menentu. Rizky, kiper (penjaga satwa) yang sehari-hari merawat Kapibara, membagikan ceritanya. Karena Kapibara adalah hewan semi-akuatik, fasilitas air menjadi hal yang krusial.
- Penyediaan Kolam Berendam: Air kolam selalu disiapkan agar Kapibara bisa berendam dan menstabilkan suhu tubuhnya.
- Pemanfaatan Ikan Nila dan Lele: Menariknya, di dalam kolam Kapibara sengaja dimasukkan ikan nila dan lele. Karena Kapibara adalah full herbivora (hewan pemakan tumbuhan), ikan-ikan tersebut aman dari buruan dan justru bertugas membersihkan jentik nyamuk.
Rizky juga menambahkan bahwa tanda-tanda kehamilan Kapibara secara visual memang sulit terlihat. Namun, berkat interaksi yang intens dan kedekatan emosional setiap hari, perubahan bentuk tubuh sang induk tetap bisa terdeteksi sejak awal.
Komitmen Kesehatan Satwa di Semarang Zoo
Pihak manajemen Semarang Zoo menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan seluruh satwa dilakukan secara rutin. Tim medis mengombinasikan laporan harian dari para kiper dengan pemeriksaan fisik langsung secara berkala, mulai dari pengecekan nadi, napas, hingga respons fisik satwa.
Selain pemeriksaan medis, pemberian vitamin serta variasi pakan yang berkualitas menjadi kunci utama Semarang Zoo dalam menjaga imunitas dan kesejahteraan satwa-satwa mereka.

Komentar