BERITASEMARANG.ID – Universitas Negeri Semarang (UNNES) merayakan puncak Dies Natalis ke-61 dengan penuh khidmat dan bertabur capaian prestisius. Mengusung tema “UNNES Bergerak Berdampak“, upacara perayaan ini digelar di Auditorium Prof. Wuryanto, Kampus Sekaran, Gunungpati, pada Senin (8/6/2026).
Acara dibuka langsung oleh Rektor UNNES, Prof. Dr. S Martono, M.Si., dan dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., beserta seluruh jajaran civitas akademika Universitas Negeri Semarang. Dalam acara ini juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis antara Kementerian PPN/Bappenas dan UNNES.
Panen Ratusan Prestasi Sepanjang Tahun
Dalam pidatonya, Rektor UNNES Prof. S Martono memaparkan rapor emas universitas sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. UNNES berhasil membukukan total 739 prestasi, yang terdiri dari 116 prestasi internasional dan 569 prestasi tingkat nasional.
”Kebanggaan terbesar kita di antaranya adalah kontribusi nyata mahasiswa UNNES di ajang SEA Games 2025. Sebanyak tiga mahasiswa kita berhasil menyumbang medali emas, serta beberapa mahasiswa lainnya mempersembahkan medali perak dan perunggu untuk Kontingen Indonesia,” ujar Prof. Martono disambut tepuk tangan hadirin.
Di bidang riset, UNNES kian mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi papan atas. Hingga tahun 2026, UNNES tercatat memiliki 17 jurnal terindeks Scopus dan berhasil mempublikasikan 735 artikel bereputasi internasional sepanjang tahun 2025.
Secara global, UNNES kini nangkring di peringkat 901-1250 pada QS University Ranking Asia. Sementara pada bidang Education and Training, UNNES sukses menembus peringkat 41-450 dunia.
Tidak hanya moncer di bidang akademik, UNNES juga meraih predikat Terbaik 1 Perguruan Tinggi Informatif dari Komisi Informasi Pusat (KIP) kategori PTN, serta meraih predikat Sangat Memuaskan pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan nilai 92,205.
Meskipun dihujani prestasi, Prof. Martono mengingatkan seluruh sivitas akademika agar tidak terlena. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), UNNES menghadapi tantangan besar untuk mewujudkan visi sebagai universitas berpotensi dunia yang berwawasan konservasi.
Rektor merumuskan empat tantangan sekaligus strategi utama UNNES ke depan :
1. Penguatan Reputasi Internasional: UNNES membidik target besar untuk masuk dalam jajaran 1000 besar dunia (Top 1000 Global) secara terukur lewat produktivitas riset.
2. Hilirisasi Riset dan Inovasi: Mendorong hasil penelitian dosen dan mahasiswa agar tidak sekadar menjadi dokumen, melainkan solusi konkret yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.
3. Pionir Inovasi Pembelajaran: Mengukuhkan performa UNNES sebagai LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) yang menjadi model top education nasional.
4. Kemandirian Finansial: Mengoptimalkan status PTN-BH lewat diversifikasi pendapatan, optimalisasi aset, dan akselerasi kerja sama industri.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Terima Penghargaan Tertinggi
Momen spesial dalam Dies Natalis ke-61 ini adalah penganugerahan penghargaan Dharma Karya Permata Buana kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S.
Penghargaan tertinggi ini diberikan atas dedikasi luar biasa Prof. Rachmat Pambudy dalam merumuskan, mengawal, dan mengoordinasikan program Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia, sehingga kontribusi Indonesia di panggung global terus meningkat.
Selain penyerahan Anugerah Konservasi, acara ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama formal antara UNNES dan Kementerian PPN/Bappenas yang diharapkan dapat memperkuat sinergi akademisi dan pengambil kebijakan dalam pembangunan nasional berkelanjutan.
Rektor juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi RI, para pendiri, serta jajaran rektor senior yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi kemajuan UNNES hingga saat ini.

Komentar