Semarang Pendidikan

Pemkot Semarang Sediakan 6.000 Kursi Sekolah Swasta Gratis di SPMB 2026

BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai Senin, 8 Juni 2026. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng, pelaksanaan SPMB tahun ini menghadirkan terobosan besar demi mewujudkan pemerataan dan memperluas akses pendidikan di ibu kota Jawa Tengah.

​Dua kebijakan utama yang menjadi sorotan adalah dibukanya peluang pendaftaran bagi warga pendatang (non-KK Semarang) serta integrasi sekolah swasta gratis langsung ke dalam sistem pendaftaran daring (online).

​Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa Pemkot Semarang berkomitmen penuh agar tidak ada anak usia sekolah yang telantar. Melalui kebijakan baru ini, anak-anak dari keluarga perantau yang menetap di Semarang kini memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan sejak awal proses seleksi.

​“Melalui kebijakan ini, anak-anak yang tinggal di Kota Semarang, termasuk dari keluarga perantau yang belum mengubah administrasi kependudukannya, tetap memiliki kesempatan mengikuti SPMB sejak awal melalui jalur domisili dengan melampirkan surat keterangan domisili,” ujar Agustina, Senin (8/6/2026).

​Langkah progresif ini juga diambil untuk mengatasi masalah klasik, yaitu ketimpangan jumlah siswa antar-sekolah, terutama di jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri. Dengan skema ini, sekolah-sekolah yang sebelumnya sepi peminat diharapkan bisa mendapatkan murid secara lebih merata.

Pastikan Personel ARFF Selalu Prima, Bandara Ahmad Yani Semarang Gelar Physical Fitness Test

​Untuk memperkuat jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu, Pemkot Semarang telah mengintegrasikan sekolah swasta gratis ke dalam sistem SPMB online. Sebanyak 6.000 kursi tambahan disiapkan agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap bisa bersekolah tanpa memikirkan biaya.

​“Sekolah swasta gratis menjadi bagian dari solusi untuk memperluas daya tampung pendidikan. Dengan skema ini, kuota jalur domisili, prestasi, maupun mutasi di sekolah negeri tetap terjaga,” tambah Agustina.

​Untuk menjaga prinsip keadilan, Pemkot Semarang melalui Dinas Pendidikan menetapkan porsi kuota sebagai berikut:

  • Jenjang TK dan SD Negeri:
    • ​Jalur Domisili: Minimal 70%
    • ​Jalur Afirmasi: Minimal 20%
    • ​Jalur Mutasi: Maksimal 5%
  • Jenjang SMP Negeri:
    • ​Jalur Domisili: 40% (sesuai ketentuan yang berlaku)

Bagi orang tua yang ingin mendaftarkan putra-putrinya di jenjang TK dan SD, berikut adalah linimasa penting pelaksanaan SPMB online tahun ini:

  • 8 – 12 Juni 2026: Pendaftaran secara daring (online)
  • 15 – 16 Juni 2026: Proses analisis data dan pemeringkatan
  • 17 Juni 2026: Pengumuman resmi hasil seleksi
  • 17 – 19 Juni 2026: Proses daftar ulang bagi siswa yang diterima

​Melalui reformasi sistem SPMB 2026 ini, Pemkot Semarang berharap seluruh anak usia sekolah—baik warga asli maupun pendatang yang menetap—bisa mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengenyam pendidikan berkualitas. Di sisi lain, sistem ini diharapkan mampu menghapus fenomena sekolah kekurangan murid di Kota Semarang.

20% Lulusan SCU Sudah Kerja Sebelum Wisuda, Gaji Pertama Tembus Rp6,2 Juta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement