Semarang Serambi Islam

Perkokoh Dakwah Kemanusiaan, PWA Jawa Tengah Gelar Jambore Milad ke-109 di Tawangmangu

BERITASEMARANG.ID – Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah siap menyelenggarakan Jambore Milad Ke-109 ‘Aisyiyah yang dirangkaikan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026. Acara berskala besar ini akan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

​Jambore ini mengusung tema besar: ”Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian melalui Penguatan Qaryah Thayyibah, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi gerakan, penguatan kapasitas kader, sekaligus implementasi program nyata ‘Aisyiyah di berbagai daerah.

​Ketua PWA Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menyampaikan bahwa momentum ini sangat strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga tangguh dan masyarakat yang berdaya.

​”Dakwah kemanusiaan yang dikembangkan ‘Aisyiyah tidak hanya diwujudkan melalui pengajian dan pendidikan, tetapi juga melalui aksi nyata pemberdayaan masyarakat,” ujar Eny.

​Ia menambahkan bahwa penguatan Qaryah Thayyibah (desa binaan), ketahanan pangan, pencegahan stunting, dan pengurangan kemiskinan ekstrem adalah ikhtiar nyata untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkeadaban.

FE USM dan PT AST Indonesia Bertekad Cetak Generasi Kreatif Siap Kerja

​Acara pembukaan jambore ini rencananya akan dihadiri oleh deretan tokoh nasional dan daerah yang relevan dengan isu kesejahteraan serta ketahanan pangan, di antaranya:

  • Ahmad Luthfi (Gubernur Jawa Tengah)
  • Wihaji (Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI)
  • Zulkifli Hasan (Menteri Koordinator Bidang Pangan)
  • Sodik Mudjahid (Ketua BAZNAS RI)
  • KH Ahmad Daroji (Ketua BAZNAS Jawa Tengah)
  • Nawal Arafah Yasin (Ketua Umum BKOW Jawa Tengah)
  • Prof. Dr. Casmini (Ketua Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah)

​Ketua Panitia, Dr. Hj. Amiroh, M.Ag., menjelaskan bahwa jambore ini akan diikuti oleh 600 peserta. Mereka terdiri atas Pimpinan Harian PWA Jawa Tengah, utusan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) dari 35 kabupaten/kota se-Jateng, Korps Muballighat, Mualaf Center ‘Aisyiyah, serta berbagai majelis dan lembaga terkait.

​Berbeda dari acara seremonial biasa, jambore ini menekankan aksi lapangan yang partisipatif. Pada hari kedua, peserta akan melakukan turba (turun ke bawah) ke lima desa pendampingan di Karanganyar.

​Di sana, para kader akan melakukan:

  1. ​Silaturahmi dan dialog dengan warga serta tokoh setempat.
  2. ​Survei sosial dan pendataan keluarga.
  3. ​Identifikasi langsung masalah stunting dan kemiskinan ekstrem.
  4. ​Observasi potensi desa.

​Hasil dari kajian lapangan di lima desa tersebut nantinya akan diolah menjadi sebuah White Paper (Kertas Kebijakan).

Wali Kota Agustina Perkuat Tata Kelola Smart City Kota Semarang

​”Kami berharap White Paper ini dapat menjadi bahan advokasi dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah mulai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten agar program pemberdayaan berjalan lebih terarah dan kolaboratif,” jelas Amiroh.

​Selain aksi lapangan, jambore ini juga menjadi wadah kolaborasi bagi 10 Badan Pembantu Pimpinan (BPP), majelis, dan lembaga di bawah ‘Aisyiyah. Untuk memantik inovasi di tingkat daerah, panitia juga menggelar ajang apresiasi best practice (praktik baik), meliputi:

  • ​Program Qaryah Thayyibah
  • ​Dakwah Digital
  • ​Dakwah Komunitas
  • Role Play Biro Konsultasi Keluarga Sakinah

​Melalui Jambore Milad ke-109 ini, ‘Aisyiyah Jawa Tengah meneguhkan kembali komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memajukan bangsa, dan menguatkan fondasi keluarga menuju Indonesia yang damai dan sejahtera.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement