BERITASEMARANG.ID — PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester pertama tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas langkah transformasi TelkomGroup dalam mengoptimalkan potensi dan efisiensi infrastruktur digital nasional sejalan dengan arah kebijakan Danantara Indonesia.
Mengawali enam bulan pertama pasca-pengalihan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk per 1 Januari 2026, InfraNexia mencatatkan total pendapatan mencapai Rp7,7 triliun dengan margin EBITDA yang sangat sehat sebesar 54,5%.
Capaian paling menonjol terlihat pada segmen pelanggan di luar TelkomGroup (eksternal)—yang mencakup operator telekomunikasi, Internet Service Provider (ISP), hingga penyedia layanan digital. Pendapatan dari pasar eksternal ini melonjak 31% secara tahunan (YoY) menjadi Rp939 miliar, mencerminkan meningkatnya kepercayaan industri terhadap kapabilitas jaringan yang dikelola InfraNexia.
Dari sisi portofolio, segmen Wholesale Network (Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7% YoY. Pertumbuhan ini ditopang oleh tingginya permintaan terhadap layanan core network serta lonjakan kebutuhan kapasitas data masyarakat.
Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini mengonfirmasi bahwa proses bisnis yang dijalankan mulai memperkuat daya saing perusahaan di pasar terbuka.
”Pertumbuhan pendapatan eksternal menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami adalah memastikan aset dikelola lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Lukman.
Untuk mendukung kompleksitas operasional yang kian berkembang, InfraNexia juga memperkuat kapasitas organisasinya dengan menambah jumlah karyawan dari 1.128 menjadi 1.338 orang sepanjang semester I 2026.
Sinergi bersama Danantara Indonesia dan TelkomGroup diharapkan terus memperkokoh peran InfraNexia sebagai tulang punggung ekonomi digital Indonesia—menciptakan infrastruktur yang andal, efisien, serta berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Komentar