Semarang Pendidikan

Undip Sukses Gelar PIMNAS ke-39, 420 Tim Mahasiswa dari 100 Kampus Unjuk Karya Terbaik  

BERITASEMARANG.ID – Universitas Diponegoro (Undip) sukses menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026 yang berlangsung pada 2–6 November 2026. Ajang bergengsi mahasiswa tingkat nasional tersebut mempertemukan ratusan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, serta hasil karya ilmiah terbaik.

Kesuksesan penyelenggaraan PIMNAS ke-39 ditandai dengan Closing Ceremony and Awarding yang berlangsung di Muladi Dome Undip, Semarang, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian kompetisi sekaligus momentum apresiasi bagi mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia.

Ketua Panitia PIMNAS ke-39, Prof. Dr. rer. nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., mengatakan, penyelenggaraan tahun ini menjadi ajang pertemuan 420 tim mahasiswa dari 100 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Menurutnya, selama lima hari pelaksanaan, para peserta telah menunjukkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta perjuangan luar biasa dalam mempresentasikan gagasan dan hasil penelitian masing-masing.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti PIMNAS tidak hanya menjadi bekal untuk meraih prestasi, tetapi juga membangun jejaring, persahabatan, dan semangat berinovasi di kalangan mahasiswa.

Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Agglomeration Leadership Award 2026 

“Prestasi memang menjadi simbol keberhasilan, tetapi pengalaman, persahabatan, dan semangat untuk terus berkarya merupakan kemenangan yang akan terus bersemayam dalam hati,” ujarnya.

Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan PIMNAS ke-39. Ia menegaskan, Undip berkomitmen menghadirkan kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Suharnomo memperkenalkan sejumlah praktik pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan Undip. Salah satunya pengelolaan sampah kampus secara mandiri, mulai dari pemilahan hingga pengolahan sampah organik dan anorganik.

Undip juga mengembangkan lebih dari 20 titik pengolahan air, khususnya di kawasan pantai utara Jawa, serta berbagai inovasi pengelolaan lingkungan yang diharapkan dapat direplikasi oleh perguruan tinggi lainnya.

Ia berharap mahasiswa peserta PIMNAS tidak berhenti pada pencapaian medali dan penghargaan. Lebih dari itu, karya ilmiah yang dihasilkan harus mampu menjawab persoalan masyarakat dan memberikan manfaat nyata.

Bacakan Puisi, Agustina Siapkan Festival Sastra Semarang 2027

“Harapannya, mahasiswa mampu memformulasikan sesuatu yang abstrak menjadi karya dan inovasi yang benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., mengapresiasi kerja keras Undip sebagai tuan rumah serta seluruh perguruan tinggi yang telah mendukung mahasiswanya mengikuti kompetisi tersebut.

Menurutnya, PIMNAS merupakan salah satu wadah strategis untuk menemukan dan mengembangkan potensi peneliti muda Indonesia. Kreativitas dan inovasi mahasiswa yang ditampilkan melalui berbagai program menjadi modal penting dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ia juga mengapresiasi dedikasi dewan juri yang telah melakukan penilaian secara profesional dan objektif terhadap seluruh karya peserta.

Beny menegaskan, keberhasilan mahasiswa mencapai tahap nasional merupakan sebuah prestasi tersendiri karena mereka telah melalui proses seleksi dan bersaing dengan ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

USM LCC Fasilitasi Pegawai Disperakim Jateng Ikuti Tes TOEFL ITP

25.253 Proposal Masuk, 419 Judul Tampil di PIMNAS

Dalam evaluasi penyelenggaraan yang disampaikan Sekretaris Dewan Juri PIMNAS ke-39, Bambang Wisnuadi, S.Si., M.T., tercatat sebanyak 25.253 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) masuk pada 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.121 proposal memperoleh pendanaan dan 427 judul dinyatakan lolos ke PIMNAS. Namun, karena satu tim terkendala kehadiran, jumlah karya yang akhirnya mengikuti kompetisi menjadi 419 judul.

Evaluasi juga menunjukkan tingkat kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan PIMNAS di Undip cukup tinggi. Sebanyak 82,7 persen responden menilai kejelasan informasi dalam buku panduan dan buku saku berada dalam kategori baik.

Sementara itu, pelaksanan panitia memperoleh penilaian sangat baik dengan capaian 90 persen pada nilai tertinggi. Fasilitas penunjang juga mendapatkan respons positif dari peserta.

Meski demikian, terdapat sejumlah masukan untuk penyelenggaraan berikutnya, terutama terkait peningkatan kualitas jaringan internet, penambahan fasilitas pendukung, serta dukungan pendanaan bagi mahasiswa.

Menariknya, pada PIMNAS ke-39 tahun ini juga diperkenalkan kategori penghargaan favorit. Penambahan kategori tersebut menjadi bentuk apresiasi lebih luas terhadap kreativitas dan inovasi mahasiswa, selain penghargaan medali emas, perak, dan perunggu untuk kategori presentasi maupun poster.

Undip Apresiasi Inovasi Mahasiswa Nasional

Melalui penyelenggaraan PIMNAS ke-39, Undip tidak hanya menjadi tuan rumah kompetisi ilmiah nasional, tetapi juga ruang bertemunya gagasan, inovasi, dan kolaborasi mahasiswa dari berbagai daerah.

Kesuksesan kegiatan ini diharapkan menjadi dorongan bagi perguruan tinggi untuk terus memperkuat ekosistem riset dan kreativitas mahasiswa.

PIMNAS juga diharapkan mampu melahirkan generasi peneliti muda yang tidak sekadar unggul secara akademis, tetapi memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa serta mampu menghasilkan solusi inovatif yang aplikatif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement