BERITASEMARANG.ID – Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia (KIBI) berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) menggelar Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) KIBI 2026 di Hotel Aruss Semarang, 4–5 November 2026.
Mengusung tema “From Degeneration to Regeneration: Advancing Precision Medicine for Healthy Longevity”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi dalam mengembangkan ilmu biomedik guna mendukung kemajuan dunia kedokteran di Indonesia.
Ketua Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia (KIBI), Prof. Dr. rer. nat. Dra. Asmarinah, M.Si., menegaskan bahwa TEMILNAS tidak sekadar menjadi agenda pertemuan rutin, tetapi harus mampu menghasilkan kolaborasi nyata dalam pengembangan ilmu biomedik.
“Kita KIBI tidak mau hanya bertemu secara rutin, tetapi yang penting bagaimana kita harus berkolaborasi untuk memajukan ilmu biomedik itu sendiri. Kita tahu bahwa ilmu kedokteran tidak dapat maju tanpa ilmu biomedik,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan ilmu biomedik memiliki peran strategis dalam mendukung kedokteran presisi, terutama dalam memahami proses degenerasi dan regenerasi tubuh manusia untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan harapan hidup masyarakat.
Saat ini, KIBI memiliki 44 program studi, mulai jenjang sarjana, magister hingga doktor, yang berasal dari 32 universitas di Indonesia. Memasuki usia ke-11 tahun pada 2026, KIBI terus mendorong penguatan jejaring dan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi untuk mempercepat kemajuan riset biomedik nasional.
Dekan Fakultas Kedokteran UNDIP, Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B, Subsp.Onk(K), menilai tema TEMILNAS KIBI 2026 sangat relevan dengan tantangan dunia kedokteran saat ini.
Menurutnya, meningkatnya usia harapan hidup masyarakat juga menghadirkan tantangan baru, terutama dalam menjaga kualitas hidup, menangani penyakit kronis, penyakit degeneratif, kanker, serta berbagai persoalan kesehatan lainnya.
“Sebagai tenaga kesehatan, kita memiliki tantangan bagaimana masyarakat Indonesia dapat hidup lebih lama, tentunya dengan kualitas hidup yang baik, sehat, dan produktif,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan riset biomedik tidak cukup hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah maupun tingginya sitasi. Lebih dari itu, hasil penelitian harus mampu diterjemahkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat.
“Keberhasilan riset biomedik tidak hanya diukur dari publikasi dan sitasi yang tinggi, tetapi juga sejauh mana hasil penelitian tersebut diterjemahkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia TEMILNAS KIBI 2026, Prof. dr. Muhammad Thohar Arifin, PhD, PAK, Sp.BS, Subsp.N-Vas(K), menjelaskan bahwa kegiatan selama dua hari tersebut dirancang untuk menggabungkan penguatan kapasitas akademik, pengembangan organisasi, serta kontribusi langsung kepada masyarakat.
Pada Rabu (4/11), rangkaian kegiatan di Hotel Aruss Semarang meliputi kuliah pakar yang menghadirkan perkembangan ilmu dan sains terkini, workshop reviewer dan pengelolaan jurnal, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KIBI, serta gala dinner.
Selain itu, TEMILNAS juga menghadirkan sejumlah kompetisi ilmiah dan nonakademik. Penjurian dilakukan terhadap berbagai karya peserta, meliputi lomba 5 Minutes Thesis, manuskrip ilmiah, fotografi laboratorium, serta foto kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Pada hari ini terdapat dua kegiatan utama, berupa kuliah pakar yang dilanjutkan workshop reviewer dan pengelolaan jurnal, Rakernas KIBI, serta gala dinner. Di samping itu juga diadakan penjurian untuk lomba-lomba yang sudah dilakukan,” jelasnya.
Rangkaian TEMILNAS berlanjut pada Kamis (5/11) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Nasional (Pengmasnas) di Ambarawa. Kegiatan ini menyasar kelompok lanjut usia melalui pelayanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi kesehatan. Panitia juga berkolaborasi dengan posyandu setempat untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi balita.
Selain kegiatan pengabdian, peserta juga mengikuti wisata sejarah melalui City Tour Heritage Ambarawa menggunakan Kereta Heritage Ambarawa, kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama di kawasan Kampung Rawa.
Melalui TEMILNAS KIBI 2026, kolaborasi antara perguruan tinggi, peneliti, dan praktisi diharapkan semakin kuat. Tidak hanya menghasilkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi biomedik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Semangat dari degenerasi menuju regenerasi pun diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan kedokteran presisi, sehingga masyarakat Indonesia dapat menikmati usia harapan hidup yang lebih panjang, sehat, dan produktif.

Komentar