Serambi Islam

Misi Kemanusiaan ke Aceh: KH Ubaidillah Shodaqoh Ingatkan Relawan Jaga Hati dan Keikhlasan

BERITASEMARANG.ID  – Suasana khidmat menyelimuti halaman kantor PWNU Jawa Tengah di Jalan dr. Cipto, Kota Semarang, Sabtu sore. Di hadapan para relawan NU Peduli Kemanusiaan yang bersiap bertolak ke Aceh, Rais Syuriyah PWNU Jateng, KH Ubaidillah Shodaqoh, memberikan pembekalan spiritual yang mendalam.

​Bukan sekadar kesiapan fisik, Kiai Ubaid menekankan bahwa mentalitas dan manajemen emosi adalah kunci utama dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah bencana.

​Ujian Keikhlasan: Menghadapi Trauma Korban

​Kiai Ubaid mengingatkan para relawan untuk memiliki stok kesabaran yang melimpah. Menurutnya, kondisi psikologis penyintas bencana sangat rentan dan berbeda dengan orang pada umumnya.

 

    • Pahami Psikis Korban: “Orang yang sedang tertimpa musibah umumnya mudah tersinggung dan enggan bekerja. Itu manusiawi karena mereka sedang diliputi duka mendalam,” ujar pengasuh Pesantren Al Itqoon tersebut.
    • Hindari Menggerutu: Beliau berpesan agar relawan tidak menghakimi jika melihat korban hanya diam atau “duduk-duduk saja” sementara relawan bekerja keras.
    • Tugas Tetangga: “Orang yang rumahnya roboh tidak mungkin langsung punya energi untuk membangunnya kembali. Di situlah peran kita sebagai ‘tetangga’ untuk hadir dan mengulurkan tangan.”

​”Jangan menyeloceh atau menggerutu. Di situlah letak ujian keikhlasan Anda semua.” — KH Ubaidullah Shodaqoh

AXIS Nation Cup 2026 Siap Jaring 16 Ribu Pesepak Bola Muda di 40 Kota

​Agama adalah Kemanusiaan

​Dalam arahannya, Kiai Ubaid menegaskan bahwa misi kemanusiaan bukanlah hal yang terpisah dari ajaran agama. Ia menyebutnya sebagai “Agama Kemanusiaan”.

​Beliau memberikan analogi fiqih yang sangat kuat: Jika seseorang sedang melaksanakan shalat fardhu, lalu mendengar ada orang yang akan jatuh ke sumur atau terjebak kebakaran, maka ia wajib membatalkan shalatnya demi menyelamatkan nyawa manusia.

    • Hablum Minannas & Hablum Minallah: Kedua dimensi ini tidak bisa dipisahkan. Menolong manusia adalah bentuk nyata pengabdian kepada Tuhan.
    • Tangan Tuhan: Allah menolong hamba-Nya melalui tangan manusia lain yang tergerak hatinya.

Acara pelepasan ini ditutup dengan doa bersama, melepas para relawan yang membawa misi mulia, membuktikan bahwa kemanusiaan adalah bahasa universal yang paling lekat dengan nilai-nilai ketuhanan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement