BERITASEMARANG.ID – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Kampung Pompa, Kelurahan Kauman, Selasa (13/1/2026). Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), kembali ke lingkungan yang pernah menjadi saksi sejarah masa kecilnya untuk meresmikan fasilitas baru di Pesantren Raudlatul Quran.
Dua bangunan penting, Asrama Nyai Hj Asomah Turmudzi dan Majelis Ta’lim Riyadi Solichah, resmi beroperasi setelah ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wagub. Menariknya, asrama setinggi empat lantai ini merupakan bangunan ke-26 milik pesantren, yang dibangun dengan total biaya mencapai Rp 2,3 miliar.
Penghargaan Abadi bagi Para Pewakaf

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Quran, Ir KH Khammad Maksum (Gus Hammad), mengungkapkan keunikan pengelolaan pesantren ini. Dari 26 bangunan yang ada, semuanya diberi nama sesuai dengan sosok penyumbang atau pemberi wakaf.
”Ini adalah bentuk penghormatan dan penghargaan kami kepada para muhsinin (orang baik) yang telah berwakaf,” ujar Gus Hammad. Sebelum asrama ini, pihak pesantren juga baru saja meresmikan Asrama Habib Idrus–Sayidin yang dihadiri oleh tokoh besar dari Kudus, KH Ulin Nuha Arwani.
Nostalgia di Jantung Kota Semarang
Bagi Gus Yasin, kunjungan kali ini bukan sekadar urusan kedinasan. Ia sempat bernostalgia mengenang masa kecilnya saat bermukim di Kauman.
”Dulu saya pernah tinggal di sini. Almarhum ayah saya (KH Maimoen Zubair) kalau ke Semarang pasti menginapnya di Hotel Sahara, Kauman,” kenangnya sembari tersenyum.
Gus Yasin juga sempat ‘menyentil’ tokoh Kauman, Habib Hasan Thoha Putra. Ia teringat masa kecilnya yang merasa belum lengkap jika belum membeli kitab di Toko Toha Putra. Ia berharap kejayaan toko kitab legendaris tersebut bisa terus dipertahankan sebagai pusat literasi Islam.
Mendukung Kauman sebagai “Kampung Al-Qur’an”

Lebih dari sekadar pemukiman padat, Gus Yasin melihat Kauman sebagai miniatur peradaban yang unik. Perpaduan etnis Jawa, Arab, dan Tionghoa yang hidup rukun menjadi bukti nyata toleransi di jantung Kota Semarang.
”Pusat agamanya di sini, pusat ekonominya juga di sini. Saya sangat mendukung gagasan menjadikan Kauman sebagai Kampung Al-Qur’an,” tegas Gus Yasin.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menyerahkan bisyarah (tali asih) kepada 23 santriwati yang telah berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an. Ia berpesan agar Al-Qur’an tidak sekadar dihafal, tapi menjadi kompas dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.
Mengunjungi Rumah Sejarah
Usai acara, Gus Yasin menyempatkan diri berjalan menyusuri gang-gang sempit Kauman. Di sana, ia berfoto bersama Ketua PCNU, Dr KH Anasom M.Hum, di depan sebuah rumah bersejarah yang pernah ditempati oleh KH Ridlwan Mujahid, salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) asal Semarang.
Acara ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting, mulai dari mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz, KH Hanief Ismail Lc, hingga para guru besar dari berbagai universitas ternama di Semarang (Undip, Unnes, UIN Walisongo, dan Unwahas).

Komentar