Nasional Teknologi

Akselerasi Strategi TLKM 30, Telkom Raup Pendapatan Rp146,7 Triliun

BERITASEMARANG.ID  – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berhasil membukukan kinerja fundamental yang resilien sepanjang tahun buku 2025. Di tengah tantangan makroekonomi, emiten telekomunikasi pelat merah ini mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun dengan capaian Total Shareholder Return (TSR) yang signifikan sebesar 35,7%.

​Berdasarkan laporan kinerja yang dirilis Selasa (12/5/2026), Telkom mencatatkan laba bersih (net income) sebesar Rp17,8 triliun. Angka ini mengalami kontraksi sebesar 9,5% (YoY) akibat kebijakan percepatan depresiasi aset sebagai bagian dari agenda total governance reset. Meski demikian, secara operasional, normalized net income perseroan masih menunjukkan angka yang kuat, yakni sebesar Rp22,7 triliun.

​Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa hasil tahun 2025 merupakan buah dari percepatan strategi transformasi bertajuk TLKM 30. Strategi ini mencakup empat pilar utama: Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlocking Value, dan Modus-operandi Shift.

​”Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional sekaligus menciptakan nilai jangka panjang,” ujar Dian.

​Salah satu langkah konkret transformasi ini adalah proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang ditargetkan rampung pada paruh pertama 2026. Selain itu, Telkom telah memulai fase pertama fiber carve-out melalui pemisahan bisnis Wholesale Fiber Connectivity kepada anak usaha baru, InfraNexia.

Hadiri Silatnas Annitho Aswaja, Taj Yasin Kumpul Bareng Ribuan Anggota Thariqah di Semarang

​Segmen B2C yang dikelola Telkomsel tetap menjadi motor utama dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp109,2 triliun. Trafik data tercatat tumbuh 15% (YoY), didorong oleh pemulihan Average Revenue Per User (ARPU) yang mulai stabil sejak semester kedua 2025.

​Di sisi lain, segmen infrastruktur B2B juga menunjukkan performa impresif:

-. ​B2B Infrastructure: Tumbuh 9,2% (YoY) dengan pendapatan Rp8,9 triliun, ditopang bisnis data center dan fiber.

-. ​Mitratel: Mencatat pendapatan Rp9,5 triliun dengan kepemilikan 40.230 menara, memperkokoh posisinya sebagai raja menara di Asia Tenggara.

-. ​B2B ICT: Meraih pendapatan Rp15,3 triliun, didorong oleh solusi Cybersecurity dan Artificial Intelligence (AI).

Jelang Muktamar VIII IPHI, Prof Imam Taufiq Dorong Penguatan Peran Organisasi dalam Pembinaan Haji

​Komitmen bagi Pemegang Saham

​Sepanjang 2025, pasar merespons positif transformasi Telkom yang tecermin dari kenaikan harga saham (capital gain) sebesar 28,4% dan dividend yield 7,3%. Perseroan juga menunjukkan komitmen pengembalian nilai kepada investor melalui payout ratio dividen sebesar 89% dan program share buyback senilai maksimal Rp3 triliun yang berlangsung hingga Mei 2026.

​Untuk mendukung keberlanjutan infrastruktur, Telkom merealisasikan belanja modal (Capex) sebesar Rp27,5 triliun atau 18,8% dari total pendapatan. Dana tersebut mayoritas dialokasikan untuk pengembangan jaringan fiber, menara, dan infrastruktur data center guna menjaga daya saing di tahun 2026.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement