BERITASEMARANG.ID — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Semarang (BEM USM) menggandeng Rotary Club of Semarang Bimasena menggelar aksi lingkungan dengan menanam 1.000 bibit mangrove. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Rumah Bambu PokMasWas Manunggal Bahari, RT 2 RW 16, Tambak Rejo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, pada Sabtu (4/7/2026).
Mengusung tema “Mangrove for Future: Menanam Hari Ini, Menjaga Masa Depan”, aksi nyata ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa dan komunitas terhadap pelestarian lingkungan pesisir. Selain itu, langkah ini menjadi upaya strategis dalam menekan dampak abrasi yang terus mengancam wilayah pesisir Kota Semarang.
Aksi ini diinisiasi melalui program Jogo Pesisir milik Rotary Club of Semarang Bimasena. Tak bergerak sendiri, BEM USM dan Rotary Club turut merangkul berbagai organisasi dan komunitas lintas sektor, di antaranya:
-. JCI Chapter Central Java
-. BMW Car Club Indonesia (BMW CCI) Chapter Semarang
-. Ikatan Alumni Universitas Ciputra Chapter Jawa Tengah
-. PokMasWas Manunggal Bahari
-. Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Semarang
Sedikitnya 100 sukarelawan yang terdiri dari mahasiswa, anggota komunitas, hingga warga lokal turun langsung ke lumpur pantai untuk menanam bibit mangrove.
Presiden Mahasiswa Universitas Semarang, Rifqi Aswin, menegaskan bahwa pemilihan tema “Mangrove for Future” didasari atas urgensi kondisi pesisir Semarang yang kian memprihatinkan akibat abrasi.
”Keterlibatan mahasiswa dalam aksi nyata seperti penanaman mangrove menjadi bagian penting dari pembelajaran sosial dan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas komunitas yang lebih luas,” ujar Rifqi.
Rifqi berharap gerakan ini bisa memicu kolaborasi yang lebih masif ke depannya, yang melibatkan perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, hingga masyarakat luas. Baginya, menanam mangrove adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pesisir dalam menghadapi krisis iklim.
Senada dengan Rifqi, Project Coordinator Jogo Pesisir Rotary Club of Semarang Bimasena, Mellisa Kristanti, menekankan pentingnya sinergi kolektif demi menciptakan dampak yang berkelanjutan. Hal ini selaras dengan visi global Rotary tahun ini, yaitu Create Lasting Impact.
”Semarang adalah kota pesisir. Karena itu, penting bagi kita untuk melakukan sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri. Mangrove memberikan perlindungan bagi pesisir dan menjadi bagian dari upaya menghadapi krisis iklim,” jelas Mellisa.
Hingga saat ini, melalui payung program Jogo Pesisir, Rotary Club of Semarang Bimasena tercatat telah berhasil menanam total 5.700 bibit mangrove, termasuk 1.000 bibit yang disemai bersama BEM USM dalam aksi kali ini.

Komentar