BERITASEMARANG.ID – Menghadapi pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), BINUS University @Semarang melakukan langkah progresif dengan merombak kurikulum di seluruh program studi (prodi). Langkah ini diambil untuk mencetak lulusan yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi tetap memegang kendali penuh atas inovasi tersebut.
Director BINUS University @Semarang, Dr. Freddy Purnomo, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa institusinya kini menerapkan konsep “Human-AI Collaboration”. Dalam konsep ini, AI diposisikan sebagai copilot, sementara mahasiswa tetap menjadi pilot utama dalam proses berpikir.
AI Sebagai Teman Berpikir, Bukan Pengganti
”Kami ajarkan AI kepada mahasiswa dengan penekanan bahwa pilotnya adalah mereka sendiri. Kerangka berpikir dan detail prompt harus datang dari mahasiswa. Jawaban AI harus bisa dipertanggungjawabkan melalui presentasi pemikiran mereka sendiri,” ujar Dr. Freddy saat ditemui di Semarang, Jumat (8/4).
Ia menjelaskan bahwa BINUS memiliki lima level pemetaan penggunaan AI. Level satu hingga tiga—di mana AI digunakan untuk mencari ide, deskripsi detail, hingga memperhalus hasil karya—menjadi fokus utama pembelajaran. Sementara level empat dan lima, yang menyerahkan seluruh proses kreatif pada mesin, sangat tidak disarankan agar mahasiswa tetap memiliki daya kritis.
Prodi Favorit: Dari Digital Bisnis hingga Psikologi Digital
Saat ini, BINUS @Semarang menghadirkan enam program studi pilihan yang dirancang sesuai kebutuhan industri masa kini. Dua di antaranya menjadi primadona, yakni Digital Business dan yang terbaru, Digital Psychology (Psikologi Digital).
”Kami percaya memahami karakter manusia saat ini harus lewat dunia digital mereka. Dengan masuk ke sana, kita bisa memetakan karakter asli seseorang melalui pemanfaatan machine learning, big data, hingga data analytics,” jelasnya.
Target Lulusan: Insan Pembelajar dan Relevansi Industri
Menanggapi isu tingginya angka pengangguran di Jawa Tengah akibat ketidaksesuaian (mismatch) antara bidang studi dan pekerjaan, Dr. Freddy mengungkapkan bahwa BINUS memiliki catatan positif. Sekitar 85% lulusan bekerja sesuai dengan bidang ilmunya.
Namun, ia juga mendukung lulusan yang menemukan passion baru selama tetap mengintegrasikan skill teknologi mereka. Ia mencontohkan seorang alumni Teknik Informatika yang sukses menjadi koreografer profesional di Istana Presiden dengan tetap memanfaatkan aplikasi digital dalam menciptakan gerakan tari.
”Tujuan utama kami adalah menanamkan benih rasa ingin tahu. Jadi, dimanapun mereka berada, 5 atau 10 tahun setelah lulus, mereka tetap menjadi insan pembelajar yang adaptif,” tutupnya.
Saat ini, angkatan pertama BINUS @Semarang tercatat sekitar 200 mahasiswa, yang dipersiapkan untuk menjadi talenta digital unggulan dari Jawa Tengah.

Komentar