BERITASEMARANG.ID — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong penguatan budaya donor darah sebagai bagian dari ekosistem kesehatan untuk mendukung Jawa Tengah menjadi destinasi wisata kesehatan (medical tourism).
Hal itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela ke-50 dan ke-75 kali PMI Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Balairung Astina Ballroom UTC Convention Hotel Semarang, Selasa (29/9/2026).
Taj Yasin yang juga Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah menilai, donor darah bukan sekadar memenuhi kebutuhan darah pasien, tetapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan sekaligus aksi kemanusiaan.
“Melalui donor darah, kita bisa mewujudkan kesehatan dan menyelamatkan nyawa. Kita ingin Jawa Tengah menjadi destinasi wisata kesehatan,” ujarnya.
Ia juga mendorong PMI memanfaatkan digitalisasi untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi dan layanan donor darah sehingga calon pendonor tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengantre.
Sementara itu, Ketua PMI Jawa Tengah Haryanto menyebut sekitar 97 persen kebutuhan darah rumah sakit di Jawa Tengah dapat dipenuhi PMI. Menurutnya, pencapaian donor darah ke-50 membutuhkan waktu sekitar 13-14 tahun, sedangkan donor ke-75 sekitar 18 tahun.
“Untuk pendonor ke-75, total darah yang telah didonorkan mencapai sekitar 37,5 liter per orang,” katanya.
Salah seorang pendonor ke-75 asal Kabupaten Magelang, Agustian, mengaku mulai donor sejak usia 16-17 tahun karena ingin membantu sesama.
“Kalau membantu dengan uang atau materi mungkin belum bisa. Tetapi kalau darah, insyaallah bisa,” ujarnya.

Komentar