Pendidikan Semarang

Dua Calon Guru Besar UNDIP Paparkan Riset Unggulan soal Tata Kelola Pemerintahan dan Bahaya Merkuri

BERITASEMARANG.ID – Dewan Profesor Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menggelar presentasi makalah ilmiah dari dua calon Guru Besar. Acara ini berlangsung pada Rabu (10/6/2026) pukul 09.00 WIB di Ruang Sidang Senat Akademik, Gedung SA-MWA Kampus UNDIP Tembalang, Kota Semarang.

​Kedua calon Guru Besar yang memaparkan riset transformatif mereka adalah:

1. ​Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol. Admin (Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan, FISIP)

2. ​dr. Muflihatul Muniroh, M.Si.Med., Ph.D. (Fakultas Kedokteran)

​Melalui riset mendalam, keduanya menawarkan solusi nyata terhadap tantangan pembangunan nasional, mulai dari pembenahan birokrasi hingga pengentasan stunting akibat pencemaran lingkungan.

Satgas PASTI Tindak Tegas Universal Peak dan BAFI Group Indonesia Terkait Investasi Fiktif dan Jasa Pinjol Ilegal

​Solusi Macetnya Reformasi Birokrasi via ‘Relational Governance’

​Dalam pemaparannya yang berjudul “Membangun Relational Governance Melalui Integrasi Politik dan Administrasi Menuju Kesejahteraan Sosial di Indonesia”, Dr. Teguh Yuwono menyoroti masalah pelik pasca-reformasi. Menurutnya, desentralisasi belum otomatis menyejahterakan rakyat karena masih terjebak dalam:

-. ​Distorsi politik lokal dan politisasi birokrasi.

-. ​Ego sektoral antar-lembaga.

-. ​Pendekatan good governance konvensional yang terlalu kaku dan administratif.

Dishub Kota Semarang Sukses Gelar Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026

​Sebagai solusi, Dr. Teguh menawarkan gagasan Relational Governance yang berbasis pada risetnya selama dua dekade. Pendekatan ini menitikberatkan pada kualitas hubungan dan tingkat kepercayaan (trust) antar-aktor pemerintahan sebagai fondasi tata kelola yang inklusif.

​”Integrasi politik-administrasi ini wajib bermuara pada tujuan akhir yang substantif, yaitu mewujudkan kesejahteraan sosial yang nyata melalui peningkatan kualitas hidup manusia, pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, serta perlindungan kelompok rentan,” tegas Dr. Teguh.

​Warning Medis: Bahaya Merkuri Prenatal, Anemia Bumil, hingga Risiko Stunting

​Sementara itu, dr. Muflihatul Muniroh, Ph.D. menyampaikan makalah ilmiah yang mengupas ancaman laten kesehatan masyarakat berjudul “Pengaturan Sistem Reproduksi Pada Paparan Merkuri Prenatal Terhadap Kesehatan Ibu dan Tumbuh Kembang Anak…”.

​Riset dr. Muflihatul membongkar fakta bahwa masalah ganda malnutrisi dan stunting di Indonesia tidak hanya dipicu oleh kurang gizi, melainkan juga oleh kontaminasi logam berat seperti merkuri (Hg).

Kuliah Gratis Plus Uang Saku Rp950 Ribu/Bulan, Prodi S1 Ilmu Komunikasi Unissula Buka Beasiswa Hafidz Qur’an

​Ketika masyarakat mengonsumsi ikan dari laut yang tercemar, senyawa metilmerkuri (MeHg) masuk ke tubuh, mengelabui sistem biologis dengan menyaru sebagai asam amino esensial, lalu menembus sawar darah-otak serta plasenta hingga menumpuk pada janin.

Berdasarkan studi populasi yang ia lakukan di kawasan pesisir Semaran, Jepara, dan Mamuju, ditemukan dampak serius dari paparan merkuri ini:

-. ​Dampak pada Ibu Hamil: Tingginya asupan harian merkuri dari makanan laut terbukti menurunkan kadar hemoglobin (Hb) yang memicu anemia akut. Selain itu, paparan pada rambut ibu hamil yang disertai riwayat gangguan kardiovaskular terbukti melipatgandakan risiko hipertensi gestasional dan preeklamsia (keracunan kehamilan).

-. ​Dampak pada Janin dan Anak: Toksisitas prenatal ini memicu berbagai komplikasi obstetri seperti kelahiran prematur, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), gangguan antropometri berupa pengecilan lingkar kepala pada usia 18 bulan, hingga lonjakan risiko stunting.

​dr. Muflihatul juga menambahkan bahwa berat ringannya dampak racun merkuri ini di dalam tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh variasi genetik individu (seperti polimorfisme gen GSTT1, GSTM1, GSTP1, dan GPX1) yang mengatur efektivitas pengeluaran racun dari tubuh.

​Kontribusi Nyata UNDIP untuk Pembangunan Nasional

​Presentasi kedua calon Guru Besar ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Diponegoro dalam hilirisasi pemikiran saintifik yang solutif dan berbasis riset mendalam.

​Rekomendasi kebijakan dari kedua riset ini diharapkan dapat menjadi panduan akademis yang siap pakai bagi pembuat kebijakan, baik di sektor tata kelola pemerintahan maupun kesehatan publik. Langkah ini sekaligus menegaskan peran strategis UNDIP sebagai episentrum ilmu pengetahuan demi mewujudkan visi UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement