BERITASEMARANG.ID – Kerusakan berupa permukaan bergelombang di Jalan Citarum, Kota Semarang, dipastikan akan segera mendapat penanganan permanen. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tengah menyiapkan proyek betonisasi untuk ruas jalan tersebut.
Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat terkait kondisi jalan arteri sekunder yang dinilai membahayakan pengendara, terutama saat jam sibuk. Sebagai informasi, Jalan Citarum yang terletak di wilayah Kelurahan Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur ini merupakan jalur utama keluar masuk kawasan Central Business District (CBD) Kota Semarang. High volume kendaraan yang melintas setiap hari mempercepat penurunan kualitas jalan.
Secara kasat mata, permukaan aspal di jalan selebar delapan meter ini memang tampak cukup baik. Namun, di beberapa titik terjadi penurunan badan jalan yang memicu gelombang cukup tinggi. Kondisi inilah yang sering mengganggu konsentrasi pengendara roda dua dan berpotensi memicu kecelakaan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa rencana perbaikan kini sudah mulai berjalan dan memasuki tahapan administrasi lelang.
“Sekarang tahapannya baru masuk lelang Bagian Pengadaan Barang dan Jasa atau PBJ. Nantinya jalan tersebut akan dilakukan betonisasi,” ujar Suwarto, Jumat (15/5/2026).
Suwarto menambahkan, metode betonisasi dipilih karena struktur beton dinilai jauh lebih kuat dan mampu menahan beban kendaraan yang tinggi dalam jangka panjang dibandingkan dengan lapisan aspal biasa.
Jalan Citarum sendiri merupakan akses vital yang menghubungkan kawasan permukiman padat, pusat pertokoan, sekolah, rumah sakit, hingga area komersial di Semarang Timur. Kepadatan lalu lintas biasanya mencapai puncaknya pada pagi dan sore hari.
Dengan betonisasi ini, Pemkot Semarang berharap daya tahan jalan meningkat signifikan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.
“Karena volume kendaraan di kawasan itu cukup tinggi, maka penanganannya dipersiapkan dengan betonisasi supaya lebih kuat,” pungkas Suwarto.

Komentar