Pendidikan

KKN PPM USM: Mahasiswa Jadi Jembatan Solusi Pemberdayaan Desa hingga Gelar Expo Produk UMKM

BERITASEMARANG.ID — Perguruan tinggi tidak hanya bertugas melahirkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM), mahasiswa Universitas Semarang (USM) terjun langsung menjadi agent of change sekaligus jembatan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi desa.

​Dosen USM, Dr. Drs. Adv. H. Kukuh Sudarmanto Alugoro, SH., MH., MM., menyampaikan bahwa KKN PPM kini bergeser dari sekadar kegiatan seremonial atau fisik menjadi penguatan kapasitas masyarakat yang berkelanjutan. Mahasiswa dari lintas disiplin ilmu bertindak sebagai fasilitator untuk mendorong kemandirian warga desa.

​”Mahasiswa hadir sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, teknologi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat desa. Keberhasilan KKN kini diukur dari besarnya dampak nyata yang dirasakan warga,” ujar Kukuh.

​Selama satu bulan pelaksanaan, mahasiswa menjalankan program berbasis partisipatif (Participatory Rural Appraisal) yang mencakup lima bidang utama:

  • Penguatan UMKM & Legalitas: Pendampingan pembuatan NIB, sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga perbaikan desain kemasan dan branding.
  • Digitalisasi Usaha: Pelatihan digital marketing, pemanfaatan marketplace, hingga penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk promosi usaha dan penanganan bencana alam.
  • Kesehatan & Lingkungan: Edukasi pencegahan stunting serta sanitasi lingkungan.
  • Pemberdayaan Pemuda: Pelatihan kepemimpinan dan literasi digital bagi Karang Taruna.
  • Kepedulian Sosial: Penjualan sembako murah untuk membantu kebutuhan warga.

​Puncak dari rangkaian kegiatan ini ditandai dengan digelarnya Expo Desa. Melalui pameran ini, produk-produk unggulan UMKM binaan mahasiswa dipertemukan langsung dengan pasar yang lebih luas, calon investor lokal, perbankan, hingga pemerintah daerah. Hasilnya, terjadi peningkatan omzet dan daya saing produk lokal secara signifikan.

Wajah Baru Stasiun Tawang: Menjaga Sejarah, Memacu Ekonomi Semarang

​Program berbasis experiential learning ini terbukti efektif berkat sinergi antara mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Supervisor (SPV), dan perangkat desa. KKN PPM USM pun menjadi bukti nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung kemandirian ekonomi desa dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement