BERITASEMARANG.ID – KAI Daop 4 Semarang memperkuat pemantauan jalur kereta api menyusul lima kejadian kebakaran atau titik api di sekitar jalur KA sepanjang September 2026 hingga 16 September.
Lima kejadian tersebut terjadi di petak Kapuan–Cepu, area belakang Griya Karya Tawang, KM 148+900 Desa Slerok, Tegal, KM 48+700/800 petak Karangjati–Sedadi, serta KM 105 petak Comal–Petarukan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, kondisi musim kemarau membuat rumput, jerami, sekam, dan material kering lainnya lebih mudah terbakar. Kebakaran maupun asap yang mendekati jalur KA berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan.
“Rumput, jerami, sekam, dan material kering lainnya lebih mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur KA karena api dapat merambat dan asap berpotensi mengurangi jarak pandang masinis,” ujar Luqman, Rabu (16/9).
Menurutnya, KAI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemadam kebakaran dan unsur kewilayahan untuk mengantisipasi serta menangani titik api secara cepat.
KAI juga meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan api atau kepulan asap yang berpotensi mendekati jalur KA. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah, jerami, sekam, rumput kering maupun sisa hasil pertanian di sekitar jalur KA demi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.

Komentar