BERITASEMARANG.ID – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Semarang (USM) meraih penghargaan kategori Best Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi dalam ajang Indonesia Patent Awards (IPA) 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum.
Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi berjudul Mesin Pengolah Padi Portabel Berbasis Internet of Things dengan Tiga Fungsi Terintegrasi dan Penyedia Energi Surya dengan Nomor Paten IDS000012009.
Ajang IPA 2026 diikuti 40 finalis yang terpilih dari sekitar 3.000 penerima paten di Indonesia. Para finalis bersaing dalam empat kategori, termasuk kategori lembaga penelitian dan perguruan tinggi.
Tim inventor USM terdiri atas Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani, MT IPM ASEAN.Eng, Dr Ir Andi Kurniawan Nugroho, ST MT IPM, dan Dr Muhammad Ikhsan Setiawan, ST MT.
Andi Kurniawan menjelaskan, inovasi tersebut merupakan hasil pengabdian kepada masyarakat yang didanai DPPM 2025 dan melibatkan masyarakat PEKKA di Desa Tamangede, Kabupaten Kendal.
Mesin pengolah padi portabel itu mengintegrasikan tiga fungsi utama, yakni perontokan atau pengupasan padi, pemisahan sekam serta kotoran berat, dan penggilingan menjadi tepung. Perangkat ini juga menggunakan energi surya dan dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT).
Melalui modul IoT, data operasional mesin dapat dikirim secara real time ke server awan dan smartphone. Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan jarak jauh, pencatatan data, hingga pengendalian mesin secara nirkabel.
Rektor USM Dr Supari, ST MT mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini membuktikan riset dosen USM mampu menghasilkan teknologi tepat guna yang praktis, hemat energi, dan menjawab kebutuhan petani.
Sementara itu, Ketua LPPM USM Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bukti nyata hilirisasi hasil penelitian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
USM berkomitmen terus memperkuat hilirisasi riset serta menjalin kerja sama dengan mitra industri dan kelompok petani agar inovasi tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas.
Selanjutnya, para pemenang dijadwalkan mempresentasikan inovasinya kepada calon investor dalam Forum Bisnis Paten Indonesia pada 3–5 November 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Komentar