BERITASEMARANG.ID — Menghadapi krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah daerah, seruan ikhtiar lahir dan batin menggema dari pusat hingga daerah.
Ulama di berbagai wilayah, mulai dari Masjid Istiqlal Jakarta, Sumatera, hingga Kalimantan, mengimbau masyarakat menggelar Salat Istisqa, membaca Qunut Nazilah, serta memanjatkan doa bersama memohon turunnya hujan.
Wasekjen MUI Dr. Kh. ARIF Fahrudin, M.Ag mengatakan, langkah spiritual ini berjalan beriringan dengan penegakan hukum dan upaya pemadaman masif di lapangan.
” Bareskrim Polri resmi menetapkan sembilan perusahaan sawit dan 223 perorangan sebagai tersangka pembakaran lahan yang mencakup area seluas lebih dari 25 ribu hektare,” katanya.
Sementara itu, ribuan personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus berjibaku memadamkan titik api, didukung helikopter water bombing dan operasi modifikasi cuaca.
” Langkah cepat ini dinilai mendesak mengingat Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 280 ribu kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap,” jelasnya.
Synergy antara doa, kerja keras petugas, dan ketegasan hukum diharapkan dapat segera membebaskan masyarakat dari bencana asap.

Komentar