Ekonomi Nasional

OJK Genjot Reformasi Pasar Modal, Perkuat Kepercayaan Investor Global  

BERITASEMARANG.ID  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya mempercepat reformasi pasar modal Indonesia guna meningkatkan transparansi, likuiditas, integritas, dan kepercayaan investor global.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, reformasi dilakukan melalui langkah konkret dan berkelanjutan, terutama menyikapi perhatian Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap klasifikasi pasar modal Indonesia.

“Kepercayaan investor harus dibangun melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan,” ujar Friderica dalam dialog bersama investor institusional domestik dan internasional yang digelar Mandiri Sekuritas secara daring, Selasa (20/10).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan lembaga terkait menjalankan delapan program prioritas reformasi pasar modal.

Program tersebut meliputi peningkatan batas minimum saham publik (free float) menjadi 15 persen secara bertahap, penguatan transparansi kepemilikan saham, perluasan klasifikasi investor, serta publikasi daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Dosen USM Dampingi Ibu-Ibu PKK Pagerwojo Kembangkan Usaha Olahan Singkong

Terkait MSCI, OJK menegaskan pengumuman 15 Oktober 2026 masih berupa konsultasi mengenai potensi perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, bukan keputusan final. MSCI membuka penyampaian masukan hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan pada 30 Juni 2027.

OJK juga memperkuat penegakan hukum. Pada 16 Oktober 2026, OJK mengumumkan sanksi administratif berupa denda sekitar Rp2,1 triliun dalam kasus perdagangan saham DSSA, BREN, dan CUAN.

Sepanjang 2026, OJK telah menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 971 pihak dengan total denda sekitar Rp2,5 triliun, menyelesaikan 41 pemeriksaan kasus, serta menangani 122 kasus lainnya.

OJK memastikan reformasi akan terus dilanjutkan melalui penguatan pengawasan, keterbukaan informasi, peningkatan kualitas perusahaan tercatat, dan dialog terbuka dengan investor untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang kredibel serta berdaya saing global.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Tawarkan 19 Peluang Investasi kepada Dunia Usaha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement