Pendidikan

Perkuat Internasionalisasi, Pakar Hukum UiTM Malaysia Uji Tesis Mahasiswa Pascasarjana USM

BERITASEMARANG.ID – Program Studi Magister Hukum (MH) Pascasarjana Universitas Semarang (USM) terus memantapkan langkah menuju standarisasi internasional. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Dr. Muhammad Umar Bin Abdul Razak, Deputy Dean (Academic Affairs) Faculty of Law, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, sebagai penguji eksternal dalam ujian tesis yang digelar di Kampus Pascasarjana USM, Semarang, Jumat (13/3).

​Ujian tersebut diikuti oleh tiga mahasiswa, yakni Stefanus Aldo Prasahastama SH, Yazid Kurniawan SH, dan Sukamto. Salah satu riset yang menonjol dipaparkan oleh Sukamto dengan judul tesis “Kewenangan Majelis Pengawas Daerah dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dalam Rangka Tata Kelola Protokol Notaris”.

​Ketua Program Studi Magister Hukum Pascasarjana USM, Dr. Endah Puji Astuti, SH, MH, menegaskan bahwa keterlibatan penguji mancanegara merupakan bagian dari strategi besar prodi dalam memperluas cakrawala keilmuan mahasiswa.

​“Magister Hukum mulai melakukan aktivitas internasionalisasi sebagai daya dukung pengembangan ilmu pengetahuan. Kami ingin mahasiswa memiliki pemahaman hukum yang melampaui batas domestik,” ujar Dr. Endah.

​Validasi Riset dan Objektivitas

​Senada dengan hal tersebut, Direktur Pascasarjana USM, Dr. Muhammad Junaidi, SHI, MH, menjelaskan bahwa kehadiran penguji dari luar negeri memberikan perspektif independen dan objektif. Hal ini penting untuk memastikan bahwa karya ilmiah mahasiswa USM memiliki kualitas yang kompetitif di kancah global.

Pastikan Personel ARFF Selalu Prima, Bandara Ahmad Yani Semarang Gelar Physical Fitness Test

​“Penguji eksternal bertindak sebagai pihak netral yang memvalidasi pentingnya karya mahasiswa. Mereka bertugas menantang mahasiswa secara intelektual untuk menyempurnakan penelitian agar layak masuk ke tahap publikasi internasional,” jelas Dr. Junaidi.

​Ia menambahkan, peran penguji eksternal seperti Dr. Umar mencakup:

  • Menilai Kualitas Ilmiah: Memastikan standar akademik terpenuhi.
  • Independensi: Memberikan penilaian yang bebas dari tekanan institusional.
  • Uji Orisinalitas: Memastikan riset memberikan kontribusi baru bagi dunia hukum.

​Kontribusi untuk Masalah Bangsa

​Langkah internasionalisasi ini juga dipandang sebagai upaya USM dalam mempercepat solusi atas masalah-masalah nasional melalui pendekatan penelitian. Dr. Junaidi berharap, dengan standar ujian yang tinggi, luaran tugas akhir mahasiswa dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang inovatif.

​“Kami ingin riset mahasiswa tidak hanya menjadi tumpukan kertas, tetapi menawarkan wawasan baru atau metodologi inovatif yang memajukan pengetahuan di bidangnya,” pungkasnya.

20% Lulusan SCU Sudah Kerja Sebelum Wisuda, Gaji Pertama Tembus Rp6,2 Juta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement