Pendidikan Semarang

PGRI Jateng Dorong Perempuan Jadi Pemimpin yang Menggerakkan Perubahan  

BERITASEMARANG.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Tengah mendorong semakin banyak perempuan, khususnya guru dan tenaga kependidikan, mengambil peran strategis dalam kepemimpinan.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Webinar Kepemimpinan Perempuan yang digelar secara daring, Selasa (6/10/2026), dalam rangka memperingati HUT ke-81 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026.

Mengusung tema “Bukan Sekadar Memimpin: Perempuan yang Menggerakkan Perubahan”, webinar menghadirkan tiga narasumber nasional, yakni Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, Ketua YPLP PT PGRI Semarang sekaligus Sekjen Asosiasi LPTK Swasta Indonesia Dr Sri Suciati MHum, serta Wakil Rektor III Unimus sekaligus Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah Prof Dr Eny Winaryati MPd.

GKR Hemas menekankan bahwa perjalanan perempuan menuju kepemimpinan tidak selalu mudah. Perempuan harus mampu menghadapi tantangan profesional, keluarga, lingkungan sosial, hingga keraguan terhadap kemampuan diri sendiri.

“Bagi banyak perempuan, perjalanan menuju kepemimpinan tidak selalu sederhana. Ada tanggung jawab profesional, keluarga, lingkungan sosial, bahkan kadang-kadang keraguan terhadap kemampuan diri sendiri,” ujar GKR Hemas.

UNIQLO Buka Toko Ketiga di Semarang, Kini Hadir Lebih Dekat dengan Warga Semarang Barat  

Sementara itu, Dr Sri Suciati menilai keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan bukan hanya persoalan kesetaraan, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan performa dan inovasi organisasi.

Ia mendorong optimalisasi wadah perempuan PGRI dari tingkat Pengurus Besar, provinsi hingga kabupaten/kota. Salah satunya melalui kebijakan afirmasi minimal 30 persen pengurus perempuan dalam jajaran inti seperti ketua, wakil ketua dan sekretaris pada konferensi PGRI di setiap tingkatan.

Adapun Prof Eny Winaryati menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan nilai kearifan, pemberdayaan masyarakat dan aksi nyata. Ia juga memaparkan pengalaman Aisyiyah dalam mengembangkan pendidikan modern yang diperkaya nilai tauhid, akhlakul karimah dan dasar-dasar agama Islam.

Webinar tersebut diikuti ribuan guru, pendidik dan tenaga kependidikan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Melalui kegiatan ini, PGRI Jawa Tengah berharap semakin banyak guru perempuan berani tampil sebagai pemimpin yang inovatif, adaptif dan mampu membawa perubahan nyata, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pendapatan Indosat Tembus Rp45,8 Triliun, Bisnis AI Raup USD50 Juta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement