BERITASEMARANG.ID — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memperkuat peran pengurus RT dan RW sebagai Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk memastikan warga yang membutuhkan mendapat layanan dan bantuan sosial secara tepat sasaran.
Hingga kini, Kota Semarang telah memiliki 4.041 Agen Perlinsos, sementara 8.675 keluarga telah didaftarkan melalui portal pendataan sosial.
Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di Rowosari, Kecamatan Tembalang, Sabtu (10/10). Kegiatan dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekda Kota Semarang Handi Priyanto, serta sekitar 1.000 perwakilan ketua RT dan RW.
Agustina menilai RT dan RW memiliki posisi strategis karena paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warganya. Pemutakhiran data secara berkala dinilai penting karena kondisi sosial ekonomi keluarga dapat berubah sewaktu-waktu.
“Pendataan yang akurat menjadi dasar agar perlindungan sosial dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Agustina.
Selain perlindungan sosial, pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kota Semarang. Saat ini sekolah tersebut menampung 356 siswa, terdiri atas 86 siswa rintisan dan 270 siswa angkatan 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, peran RT dan RW sangat penting dalam memastikan data warga terus diperbarui.
“Yang paling dekat dengan warga adalah para RT, para RW,” katanya.
Penguatan pendataan sosial dan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat diharapkan mampu membantu keluarga rentan sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kesempatan belajar bagi anak-anak.

Komentar