Semarang Serambi Islam

Selangkah Lagi Jadi Pahlawan Nasional, KH Sholeh Darat Tunggu Keputusan Presiden  

BERITASEMARANG.ID – Pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional semakin mendekati tahap akhir. Ulama besar asal Semarang yang dikenal sebagai guru KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari tersebut kini telah melewati kajian akademik dan berbagai tahapan penilaian, mulai dari tingkat daerah hingga pusat.

Perkembangan itu disampaikan Penasihat Menteri Kebudayaan RI Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembangan Budaya Kemaritiman, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., yang juga Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik Pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional, di Jakarta, Jumat (6/11).

“Mengenai perkembangan terbaru proses pengusulan tersebut, tinggal selangkah lagi KH Sholeh Darat ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional,” ujar Singgih.

Menurutnya, pengusulan tersebut berawal dari aspirasi masyarakat Semarang yang menginginkan jasa dan kontribusi KH Sholeh Darat mendapat pengakuan negara. Aspirasi itu kemudian ditindaklanjuti Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dengan membentuk tim ahli untuk menyusun naskah akademik.

Singgih menegaskan, penyusunan naskah akademik dilakukan secara serius dengan melibatkan sejumlah sejarawan dan pakar, mulai dari sejarah Islam, sejarah Jawa, sejarah maritim, sejarah Semarang, hingga peneliti pemikiran dan karya-karya KH Sholeh Darat. Bahkan, pakar sejarah Islam yang berdomisili di Belanda, Dr. Suryadi, turut dilibatkan untuk menelusuri sumber dan arsip sejarah.

​OJK Tegaskan Sektor Jasa Keuangan Oktober 2026 Terjaga Stabil di Tengah Dinamika Global

Kajian tersebut juga diuji melalui seminar nasional dan internasional. Singgih menyebut kedalaman penelitian dan keluasan sumber yang digunakan membuat bobot naskah akademik tersebut sebanding dengan disertasi.

KH Sholeh Darat dinilai memiliki kontribusi besar dalam perkembangan pendidikan dan pemikiran Islam di Indonesia. Pengaruh intelektualnya terlihat dari sejumlah tokoh besar yang pernah berguru kepadanya, antara lain KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, dan KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Ia juga memiliki hubungan intelektual dengan R.A. Kartini melalui pembelajaran dan pemahaman Al-Qur’an.

Selain mendidik tokoh-tokoh penting, KH Sholeh Darat berperan menyebarluaskan pengetahuan keislaman melalui karya-karyanya dalam bahasa Jawa. Langkah tersebut menjadi kontribusi penting dalam mendekatkan ajaran agama kepada masyarakat luas pada masa kolonial.

Proses pengusulan telah melewati penilaian Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Semarang, tingkat Provinsi Jawa Tengah, serta Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Saat ini, usulan tersebut dilaporkan telah memasuki tahap pertimbangan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menentukan 18 tokoh yang akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional 2026, Jumat (6/11).

Sepekan Borong Tiga Penghargaan Nasional, Agustina: Bukti Kerja Nyata Pemkot Semarang

Singgih berharap KH Sholeh Darat menjadi salah satu tokoh yang ditetapkan. Ia optimistis perjuangan panjang masyarakat Semarang, dukungan pemerintah daerah, serta kajian akademik yang telah dilakukan dapat mengantarkan ulama besar tersebut memperoleh pengakuan sebagai Pahlawan Nasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement