Pendidikan Semarang

Tangkal Arus Globalisasi, UKM PIB USM Gelar Talkshow Penguatan Pancasila di Era Digital

BERITASEMARANG.ID – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan derasnya arus globalisasi, menjaga identitas kebangsaan menjadi tantangan besar bagi generasi muda. Merespons fenomena tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengawal Ideologi Bangsa (PIB) Universitas Semarang (USM) mengambil langkah taktis.

​Bekerja sama dengan Unit Penunjang Nonstruktural (UPNS) Bidang Wawasan Kebangsaan, mereka sukses menyelenggarakan Talkshow Penguatan Nilai-Nilai Pancasila pada Jumat, 12 Juni 2026.

​Kegiatan yang berlangsung di Ruang Telekonferensi, Gedung Menara Lantai 8 USM ini mengusung tema ”Menguatkan Identitas Kebangsaan melalui Pemanfaatan Digitalisasi yang Berlandaskan Pancasila”. Sebanyak 70 peserta dari berbagai elemen mahasiswa turut memadati ruangan untuk berdiskusi secara interaktif.

​Untuk mengupas tuntas tantangan ini, talkshow menghadirkan dua pakar sebagai narasumber, yaitu:

  • Dr. Tri Mulyani, S.Pd., S.H., M.H. (Dosen Fakultas Hukum USM)
  • Noorochmat Isdaryanto, S.S., M.Si. (Dosen Universitas Negeri Semarang / Unnes)

​Menjadi Ruang Edukasi dan Refleksi Generasi Muda

​Ketua Pelaksana Kegiatan, Rizal Setyaji Nugraha, menjelaskan bahwa talkshow ini didesain sebagai ruang diskusi, edukasi, sekaligus refleksi bagi generasi muda. Menurutnya, kemajuan teknologi informasi saat ini bagaikan pisau bermata dua.

Pangkas Pengeluaran Rutin, Lini EV Chery Hadirkan Efisiensi Energi Mulai Rp181/Km

​”Kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan, terutama dalam mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa yang berlandaskan Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan media digital,” ujar Rizal.

​Peserta kegiatan ini tidak hanya berasal dari internal kampus, melainkan melibatkan kolaborasi lintas universitas. Tercatat anggota PIB USM, anggota PIB Unnes, serta delegasi perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) USM hadir dalam acara ini.

​Rizal berharap, kehadiran perwakilan berbagai organisasi kemahasiswaan ini mampu menciptakan dialog yang konstruktif dan memperkuat sinergi antar-mahasiswa dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

​Pancasila Sebagai Kompas di Ruang Digital

​Dalam sesi diskusi, para peserta diajak untuk menyoroti peran strategis pemuda sebagai agent of change (agen perubahan). Generasi muda dituntut mampu menciptakan ruang digital yang sehat, produktif, inklusif, serta memperkokoh persatuan bangsa.

​”Kami mengajak peserta untuk memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara bijak, bertanggung jawab, dan selaras dengan nilai-nilai Pancasila,” tambahnya.

Makin Manjakan Penumpang, 7 KA New Generation Kini Beroperasi di Daop 4 Semarang

​Rizal menegaskan bahwa acara ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menyuntikkan kembali semangat kebangsaan agar generasi z dan milenial tidak kehilangan jati diri bangsa. Ia berharap Pancasila tidak lagi sekadar dihafal sebagai teks dasar negara, melainkan diimplementasikan dalam perilaku nyata di media sosial.

​”Kami berharap, dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam memanfaatkan teknologi digital, generasi muda mampu menjadi pelopor dalam membangun ekosistem digital yang beretika, berintegritas, dan berorientasi pada kemajuan bangsa Indonesia,” pungkas Rizal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement