BERITASEMARANG.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemerataan pembangunan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Melalui Ekspedisi Patriot 2026, UNDIP menerjunkan 24 tim ahli dan mahasiswa—terdiri dari 20 tim ke Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, serta 4 tim ke Sumatera Selatan.
Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara, menjelaskan bahwa fokus pembangunan transmigrasi kini tak lagi sekadar pemindahan penduduk, melainkan mendorong lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui hilirisasi dan investasi.
Melanjutkan tahap riset 2025, Ekspedisi Patriot 2026 yang berlangsung sejak akhir Juli ini fokus pada implementasi dan aksi nyata. Tim UNDIP membawa pendekatan multidisiplin, mulai dari pengembangan ekonomi komoditas unggulan, pengolahan hasil tani-ternak, manajemen agraria, infrastruktur dasar, hingga mitigasi bencana.
Wakil Rektor IV UNDIP, Wijayanto, Ph.D., menegaskan keberadaan tim bukan sebatas mengumpulkan data. “UNDIP berkomitmen memberikan dampak nyata berupa penguatan ekonomi lokal dan terbentuknya kebijakan berbasis bukti. Wilayah terluar Indonesia, terutama Papua, adalah ujian bagi komitmen itu,” tegasnya.
Program kolaborasi lintas perguruan tinggi ini turut didukung oleh Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. Hasil temuan aktual dari lapangan diharapkan menjadi bahan evaluasi agar kebijakan pemerintah makin tepat sasaran, sekaligus mendukung pencapaian target Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Komentar