BERITASEMARANG.ID – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) resmi meluncurkan ignitePRO, forum khusus segmen enterprise dalam rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali. Mengusung tema “The Enabled Enterprise”, forum ini mempertemukan para pemimpin industri, pembuat kebijakan, dan penyedia teknologi untuk mendorong adopsi kecerdasan buatan (AI) dari sekadar eksperimen menuju dampak bisnis yang nyata dan terukur.
Chief Commercial Officer Telin, Kharisma, menegaskan bahwa tantangan utama perusahaan saat ini bukan lagi keputusan untuk mengadopsi AI, melainkan kesiapan eksekusi dalam skala besar. Perusahaan membutuhkan fondasi operasi terintegrasi yang didukung konektivitas andal, keamanan data, serta kemitraan ekosistem yang kuat. TelinPRO hadir sebagai tulang punggung konektivitas untuk mendukung transformasi tersebut.
Dari sudut pandang pemerintah, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Dr. Sonny Hendra Sudaryana, menyampaikan tiga prioritas nasional dalam menghadapi era AI: Terhubung (perluasan konektivitas), Tumbuh (penguatan ekosistem dan talenta), serta Terjaga (perlindungan data pribadi dan keamanan siber). AI harus dikembangkan secara berdaulat dan tepercaya agar mampu memacu produktivitas nasional.
Forum ignitePRO berlandaskan empat pilar utama, yaitu Intelligence, Trust, Infrastructure, dan Collaboration. Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menekankan bahwa kunci keberhasilan AI terletak pada perubahan operating model dan budaya organisasi. AI harus menciptakan nilai konkret melalui peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, dan peningkatan pengalaman pelanggan.
Acara perdana ini menghasilkan rilis laporan “State of the Agentic Enterprise in APAC 2026” serta ignitePRO 2026 Closing Commitment. Melalui inisiatif ini, Telkom Group menegaskan perannya dalam memperkuat ekosistem digital dan memimpin transformasi enterprise di kawasan Asia Pasifik.

Komentar