BERITASEMARANG.ID – PT Toyota Astra Motor (TAM) membawa beragam teknologi kendaraan dalam ajang GIIAS Semarang 2026 yang berlangsung di Muladi Dome Undip, Semarang, Rabu (30/9/2026).
Tak hanya menghadirkan kendaraan bermesin bensin, Toyota juga memperkenalkan teknologi elektrifikasi, termasuk kendaraan hybrid, sebagai bagian dari strategi menghadirkan pilihan mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Central Java & DIY Regional Coordinator PT Toyota Astra Motor, Vicentous Dwi Tjahjo, mengatakan Toyota hadir dengan konsep pathway yang menggambarkan perjalanan teknologi kendaraan Toyota, mulai dari mesin pembakaran internal hingga teknologi elektrifikasi.
“Artinya kami hadir bukan hanya membawa satu teknologi, tetapi teknologi dari yang biasa, internal combustion engine, maupun dengan teknologi hybrid,” ujar Vicentous di sela GIIAS Semarang 2026.
Menurutnya, Toyota juga menghadirkan unit cut body sehingga pengunjung maupun jurnalis dapat melihat secara langsung teknologi yang digunakan pada kendaraan, termasuk sistem dan baterai hybrid.
“Beragam teknologi ini kami siapkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, baik yang menginginkan teknologi yang sudah ada maupun teknologi yang masih maju ke depan,” katanya.
Vicentous menambahkan, Toyota terus mempersiapkan pengembangan teknologi elektrifikasi lainnya. Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan Toyota menuju pilihan teknologi kendaraan yang semakin beragam.
“Kami tetap mengedepankan strategi untuk penjualan hybrid. Kami punya dua produk utama, pertama Veloz Hybrid yang kami hadirkan di sini. Ke depan tidak menutup kemungkinan kami akan terus mengembangkan produk, tidak hanya hybrid tetapi bisa teknologi elektrifikasi lainnya,” jelasnya.
Penjualan Veloz Hybrid Meningkat
Salah satu produk yang mendapat perhatian dalam strategi elektrifikasi Toyota adalah Veloz Hybrid.
Vicentous menyebut, sejak kehadiran Veloz Hybrid, respons pasar menunjukkan peningkatan. Sebelum adanya varian hybrid, penjualan Veloz disebut berada di kisaran 100 unit per bulan. Dalam tiga bulan awal setelah Veloz Hybrid diperkenalkan, rata-rata penjualan meningkat menjadi sekitar 250 unit per bulan.
“Kalau sebelumnya rata-rata sebulan 100, sejak keluar Veloz Hybrid, di awal tiga bulan ini rata-rata 250. Jadi naik sekitar 2 sampai 2,5 kali lipat,” ungkapnya.
Ia menilai teknologi hybrid menjadi salah satu pilihan yang sesuai untuk masyarakat yang masih mempertimbangkan kendaraan listrik berbasis baterai.
Berbeda dengan mobil listrik murni yang membutuhkan pengisian daya eksternal, kendaraan hybrid mengombinasikan mesin bensin dengan motor listrik dan baterai sehingga pengguna tidak perlu secara khusus melakukan pengisian daya untuk dapat menjalankan kendaraan.
“Hybrid sangat membantu customer. Tidak perlu nge-charge, bisa langsung dipakai dan tentunya jauh lebih irit dibandingkan mobil bensin,” ujarnya.
Menurut Vicentous, kondisi tersebut membuat kendaraan hybrid berpotensi menjadi teknologi transisi menuju kendaraan listrik berbasis baterai, terutama karena pengguna tidak perlu terlalu memikirkan persoalan jarak tempuh dan ketersediaan fasilitas pengisian daya.
“Ini sangat cocok dengan masyarakat, khususnya di Jawa Tengah,” katanya.
Target Penjualan Nasmoco Tembus 13.500 Unit
Sementara itu, Vice President Director Nasmoco Group, Jodjana Jody, mengatakan pasar Jawa Tengah dan DIY menjadi salah satu wilayah penting bagi Toyota.
Nasmoco saat ini melayani pasar melalui jaringan di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan DIY. Tiga kota besar, yakni Semarang, Solo, dan Yogyakarta, menjadi kontributor utama penjualan.
“Tiga kota besar menyumbang kira-kira dua pertiga penjualan kita, yaitu Semarang, Solo, dan Jogja. Di luar itu ada kota-kota kecil,” ujar Jodjana.
Ia mengatakan penjualan Nasmoco pada 2026 ditargetkan mencapai lebih dari 13.000 unit, atau sekitar 13.500 unit. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi penjualan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 12.800 unit.
“Penjualan kami tahun ini mungkin akan mencapai kira-kira di atas 13.000, sekitar 13.500. Tahun lalu kita 12.800,” katanya.
Jodjana juga menilai kehadiran teknologi hybrid memberikan respons positif dari konsumen. Selain menawarkan efisiensi bahan bakar, teknologi tersebut dinilai memberikan kemudahan karena pengguna tidak perlu mengubah kebiasaan secara drastis seperti ketika beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik berbasis baterai.
Toyota Dorong Ekosistem Elektrifikasi
Dalam GIIAS Semarang 2026, Toyota juga menegaskan komitmennya terhadap pengembangan teknologi elektrifikasi di Indonesia. Pilihan teknologi yang ditawarkan mencakup kendaraan hybrid hingga teknologi kendaraan listrik berbasis baterai.
Vicentous mengatakan pengembangan teknologi tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan karakteristik pasar Indonesia.
“Tidak hanya produk hybrid. Bisa jadi produk elektrifikasi lainnya akan terus kami hadirkan. Jadi ditunggu saja tanggal mainnya di tahun depan,” ujarnya.
Menurutnya, Toyota melihat kendaraan hybrid tidak hanya sebagai kendaraan alternatif, tetapi juga dapat menjadi pilihan kendaraan utama bagi konsumen yang menginginkan efisiensi tanpa harus bergantung pada fasilitas pengisian daya eksternal.
“Untuk Veloz sendiri tidak menutup kemungkinan menjadi mobil pertama. Orang yang takut dengan listrik tidak perlu takut, karena di sini dia otomatis charging,” katanya.
Selain menampilkan lini kendaraan dan teknologi, Toyota bersama Nasmoco juga menyiapkan berbagai aktivitas bagi pengunjung GIIAS Semarang 2026, mulai dari test drive hingga permainan dan aktivitas interaktif selama pameran berlangsung.
Kehadiran Toyota di GIIAS Semarang sekaligus memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi otomotif diarahkan untuk menghadirkan lebih banyak pilihan mobilitas bagi masyarakat, dari kendaraan konvensional hingga teknologi elektrifikasi yang terus berkembang.

Komentar