Semarang Teknologi

Menjaga Pesisir, Menggerakkan Ekonomi: Upaya KWT Cantik Bahari Membangun Kampung Berkelanjutan

BERITASEMARANG.ID – Kawasan pesisir Tambak Lorok, RW 15 Tambak Mulyo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, terus bertransformasi. Di tengah karakteristik wilayah pesisir yang menghadapi berbagai tantangan lingkungan, masyarakat justru mengembangkan beragam inovasi yang memadukan pemberdayaan ekonomi, pengelolaan lingkungan, hingga pemanfaatan energi terbarukan.

Dengan dukungan program PLN Indonesia Power UPB Semarang Peduli Lingkungan, sekitar 2.800 warga RW 15 kini mengembangkan sejumlah kegiatan produktif melalui kelompok-kelompok swadaya masyarakat.

Salah satu yang menonjol adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Cantik Bahari. Kelompok ini tidak hanya menjadi wadah pemberdayaan perempuan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pengolahan potensi pangan lokal sekaligus penguatan UMKM warga.

Di area green house yang dibangun sejak 2022, masyarakat dengan pendampingan PLN Indonesia Power UPB Semarang mengembangkan mesin pengering sekaligus pengasap ikan berbasis energi terbarukan.

Teknologi tersebut memungkinkan proses pengeringan dan pengasapan ikan dilakukan dalam satu siklus. Berbeda dengan metode konvensional, proses pengolahan berlangsung lebih tertutup sehingga kebersihan produk lebih terjaga.

ASUS Perkuat Layanan di Semarang, Laptop Tangguh Kini Makin Personal dan Pintar

Ketua KWT Cantik Bahari sekaligus Ketua PKK RW 15, Sri Wahyuni, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menghasilkan produk olahan ikan yang lebih higienis sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

“Keunggulan inovasi ini dibandingkan sistem konvensional, pertama lebih higienis karena tidak ada serangga yang bertebaran di sekitar ikan. Kedua lebih ramah lingkungan karena dari sisi emisi hanya sedikit asap yang keluar dan asap lebih terfokus di dalam mesin,” jelasnya.

Menariknya, mesin tersebut memanfaatkan sumber energi baru terbarukan berupa panel surya dan pembangkit listrik tenaga angin. Energi yang dihasilkan digunakan untuk mendukung pengoperasian mesin sekaligus penerangan di area green house.

Inovasi mulai dikembangkan pada awal 2026. Setelah melalui serangkaian uji coba, mesin tersebut sekitar dua bulan lalu mulai dipasang di green house dan dimanfaatkan masyarakat.

Perkuat Posisi Global, ​UNDIP Gandeng Dua Kampus Terbaik Asia  

“Mesin ini baru mulai kami kembangkan pada awal tahun ini. Setelah berkali-kali uji coba, sekitar dua bulan lalu sudah jadi dan bisa diinstal di sini. Alhamdulillah sudah dimanfaatkan masyarakat dan hasilnya tidak kalah dengan produk yang ada di pasaran,” kata Sri.

Dari Hasil Laut Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Pengembangan teknologi pengolahan ikan juga diikuti upaya meningkatkan kualitas produk. KWT Cantik Bahari menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan kajian terhadap produk olahan, termasuk kondisi fisik, kadar air, nilai gizi hingga daya simpan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sekaligus nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan. Ikan yang sebelumnya hanya dijual dalam kondisi segar kini dapat diolah menjadi ikan kering maupun ikan asap sehingga memiliki nilai tambah.

KWT Cantik Bahari juga berkembang menjadi wadah penguatan UMKM masyarakat. Beragam produk dihasilkan warga, mulai makanan ringan, makanan berat, sambal, telur asin hingga minuman berbahan tanaman lokal.

Semarak MTQ Nasional XXXI: Pameran Serambi Nusantara Raup Rp500 Juta Sehari  

Salah satu produk yang dikembangkan adalah telur asin menggunakan telur ayam omega 3, serta teh rosella dan berbagai varian sambal.

“Ini menjadi wadah UMKM di wilayah Tambak Lorok RW 15. Produk yang dikembangkan beragam, mulai makanan ringan, makanan berat, sampai produk olahan lainnya,” ujar Sri.

Tak hanya ekonomi, kelompok tersebut juga menjadi ruang edukasi masyarakat, termasuk terkait pencegahan stunting.

Ekosistem RW 15 Hebat

Pemberdayaan masyarakat di RW 15 tidak berjalan sendiri. Sejumlah kelompok swadaya masyarakat ikut membangun ekosistem pemberdayaan melalui gerakan RW 15 Hebat.

Di antaranya KSM Bahari, Bank Sampah Pesona Bahari, Srikandi Cipta Bahari, Satgas Tangguh Bahari, serta Pondok Belajar Terang Bahari.

Masing-masing kelompok memiliki peran, mulai dari pengelolaan lingkungan, pemberdayaan perempuan, pendidikan, peningkatan kapasitas warga hingga penguatan ketangguhan masyarakat.

Pengelolaan lingkungan juga dilakukan melalui pemanfaatan bahan-bahan ramah lingkungan, termasuk pengembangan ekoenzim untuk kebutuhan rumah tangga.

Konsistensi Berbuah Prestasi 

Pada 2022, RW 15 Tambak Mulyo meraih Juara 3 Kampung Hebat yang diselenggarakan Radar Semarang. Setahun kemudian, meraih Juara 1 ProKlim tingkat Kota Semarang sekaligus peringkat 1 ProKlim Nasional kategori Utama. Prestasi kembali diraih pada 2024 dengan meraih Juara 1 Lomba Bank Sampah tingkat Kota Semarang.

Ketua RW 15 Tambak Mulyo, Slamet Riyanto, mengatakan berbagai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras bersama.

“Prestasi ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, tetapi karena adanya kekompakan dan kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, penghargaan bukan menjadi tujuan akhir, justru capaian tersebut menjadi pemacu agar berbagai kegiatan lingkungan tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Penghargaan-penghargaan itu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan kegiatan lingkungan. Yang terpenting bukan hanya mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana kegiatan tersebut terus berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” katanya.

Ditahun 2026, RW 15 Tambak Mulyo kembali mengikuti pemeringkatan ProKlim Nasional kategori Lestari. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan sekaligus mengembangkan berbagai program lingkungan yang telah berjalan.

Slamet menambahkan, minggu lalu menjadi momen membanggakan bagi KWT Cantik Bahari. Ketua KWT Cantik Bahari berkesempatan berangkat ke Bali bersama PLN Indonesia Power untuk menerima penghargaan atas kiprah dan kontribusi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja bersama antara masyarakat dan PLN Indonesia Power Semarang mampu melahirkan perubahan nyata dan memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun perekonomian warga”, tambahnya.

PLN Indonesia Power UPB Semarang Dorong Kemandirian Masyarakat

Manajer Administrasi PT PLN Indonesia Power UPB Semarang, Eva Wirabuana, mengatakan berbagai inovasi di RW 15 Tambak Mulyo menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Program yang dikembangkan, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengelola potensi wilayah secara mandiri dan berkelanjutan.

“Harapannya, hal kecil yang dikembangkan di sini dapat menjadi inspirasi dan dikembangkan di tempat-tempat lain,” ungkap Eva.

Bagi PLN Indonesia Power UPB Semarang, berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Bidik Kampung Wisata Bahari

Ke depan, berbagai potensi tersebut diarahkan untuk terintegrasi dalam konsep kampung wisata bahari.

Konsep itu diharapkan menjadikan masyarakat bukan sekadar penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku utama pengembangan kawasan.

Pengunjung nantinya dapat melihat kehidupan masyarakat pesisir, menyaksikan proses pengolahan hasil tangkapan nelayan, menikmati produk UMKM, sekaligus mengenal pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan energi terbarukan.

Green house, pengolahan hasil laut, UMKM, bank sampah, pemberdayaan perempuan hingga energi terbarukan perlahan dibangun menjadi satu ekosistem.

Dari kawasan pesisir, RW 15 Tambak Mulyo kini tengah menata langkah menuju kampung yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki identitas lingkungan dan potensi wisata bahari.

Dengan dukungan berbagai pihak dan kekompakan warga, inovasi yang bermula dari lingkungan kampung tersebut diharapkan terus berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang mandiri, produktif dan berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement