Semarang Pendidikan

Unissula Ajukan 53 Program Studi untuk Akreditasi Internasional ACQUIN, Targetkan Standar Pendidikan Eropa

BERITASEMARANG.ID – Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berstandar internasional. Sebanyak 53 program studi (prodi) di lingkungan Unissula mengikuti proses akreditasi internasional dari ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute), lembaga akreditasi internasional yang berbasis di Jerman.

Proses akreditasi tersebut memasuki tahap kedua melalui kegiatan Welcome Ceremony ACQUIN International Accreditation yang berlangsung di Unissula, Semarang, Minggu (8/11/2026).

Rektor Unissula, Prof. Dr. H. Gunarto, S.H., M.H., mengatakan, kerja sama dan hubungan internasional menjadi aspek penting bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kunjungan tim ACQUIN merupakan kesempatan untuk saling belajar, bertukar pengalaman, sekaligus mengevaluasi berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan.

Menurutnya, Unissula memiliki komitmen kuat dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter serta menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Komitmen kami adalah membangun generasi yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Kelola Bandara Ahmad Yani Secara Optimal, InJourney Airports Raih Penghargaan Terbaik dari Kemenkeu  

Gunarto menjelaskan, proses akreditasi internasional ACQUIN telah melalui tahap pertama yang berfokus pada evaluasi fasilitas dan infrastruktur universitas. Dalam tahapan tersebut, tim asesor memberikan sejumlah rekomendasi perbaikan, terutama terkait pemenuhan standar fasilitas pendidikan.

Unissula kemudian mendapatkan waktu sekitar dua bulan untuk melakukan pembenahan dan menyesuaikan fasilitas dengan standar internasional yang mengacu pada standar Eropa.

Memasuki tahap kedua, tim ACQUIN akan melakukan pencocokan terhadap dokumen dan isian yang telah disampaikan Unissula. Proses tersebut juga mencakup wawancara dengan pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pengelola program studi, alumni, pengguna lulusan, serta mahasiswa.

Wawancara tersebut bertujuan memastikan kesesuaian antara dokumen yang diajukan dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk pelaksanaan kurikulum, kualitas pembelajaran, fasilitas, dan kompetensi lulusan.

Dari 53 program studi yang diajukan, Unissula menargetkan seluruhnya dapat memperoleh hasil terbaik, yakni predikat unconditional atau akreditasi tanpa persyaratan tambahan.

Liburan Nataru Lebih Hemat, KAI Daop 4 Semarang Tebar Diskon Tiket 30 Persen

Menurut Gunarto, penyesuaian standar tidak hanya dilakukan pada aspek fasilitas, tetapi juga kurikulum dan kompetensi lulusan agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia internasional.

Ia menegaskan, akreditasi internasional bukan sekadar mengejar pengakuan, melainkan menjadi bagian dari upaya memastikan kebermanfaatan pendidikan tinggi bagi dunia industri, tata kelola pemerintahan (governance), serta masyarakat.

“Harapan kami, hasil akreditasi ini dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan internasional, baik bagi industri, pemerintahan, maupun masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gunarto menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan Unissula memasuki fase pengembangan sebagai International Islamic University mulai 2027.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Unissula terus memperkuat mutu akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola universitas melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk dunia industri dan institusi internasional.

Inklusi Keuangan Jateng Tembus 95 Persen, OJK Genjot Literasi Masyarakat

Sementara itu, Project Manager ACQUIN, Kristina Beckermann, menyampaikan bahwa proses akreditasi merupakan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk melihat berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan secara lebih mendalam.

Menurutnya, akreditasi menjadi instrumen penting untuk mendorong universitas meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memastikan lulusannya memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur universitas dalam mencapai tujuan tersebut. Peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi upaya bersama, terlebih Indonesia memiliki tantangan pendidikan yang kompleks.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Unissula, di antaranya Wakil Rektor I Dr. Muhammad Abdul Basir, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Dedy Rusdi, S.E., M.Si., serta Dr. Ahmad Arifullah. Hadir pula perwakilan fakultas, unit penjaminan mutu, dan biro di lingkungan Unissula.

Proses asesmen ACQUIN dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Minggu hingga Rabu. Melalui tahapan tersebut, Unissula berharap semakin memperkuat daya saing internasional sekaligus meningkatkan kualitas lulusan agar mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun global.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement