BERITASEMARANG.ID – Algoritma media sosial saat ini tidak hanya sekadar menampilkan konten, tetapi telah mampu merekam detail kebiasaan manusia; mulai dari tontonan, lokasi yang dikunjungi, hingga opini yang diyakini. Fenomena ini menjadi perhatian serius dalam acara Kelas Digital Sahabat Tunas yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bekerja sama dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Selasa (12/5/2026).
Wakil Rektor IV UPGRIS, Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., M.T., M.Pd., mengingatkan para peserta didik tingkat SMA di Kota Semarang agar lebih waspada terhadap data pribadi mereka. Menurutnya, tanpa literasi digital yang kuat, generasi muda rentan terjebak dalam penggiringan opini yang dilakukan secara halus melalui algoritma.
”Algoritma bisa memantau habit manusia. Semoga adik-adik bisa mengelola data diri. Melek teknologi dan literasi itu penting agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Prof. Nur Khoiri di Gedung Pusat UPGRIS Lantai 7.
Medsos Bagai Mata Pisau
Lebih lanjut, Prof. Nur Khoiri menekankan bahwa media sosial adalah pedang bermata dua. Di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain bisa menjadi ancaman disintegrasi bangsa hingga risiko kehilangan generasi (lost generation).
”Situasi dan kondisinya sekarang berbeda dengan generasi terdahulu. Medsos bisa menjadi ancaman jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Itulah mengapa berpikir kritis terhadap informasi di internet sangat diperlukan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kelembagaan Komunikasi Strategis Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Yudi Syahrial, memaparkan data mengejutkan mengenai pengguna internet di Indonesia.
Hingga tahun 2025, tercatat sekitar 220 juta jiwa atau 80 persen penduduk Indonesia telah menggunakan internet, di mana mayoritas penggunanya adalah kalangan anak-anak.
”Masalahnya adalah sering terjadi cyber bullying terhadap anak-anak, mulai dari komentar jahat hingga body shaming. Karena itulah, edukasi melalui kelas digital seperti ini sangat penting agar mereka paham cara memanfaatkan medsos dengan bijak,” tegas Yudi.
Acara yang berlangsung interaktif ini menghadirkan berbagai pakar untuk memberikan sudut pandang lintas sektor, di antaranya:
-. Muhamad Ahsan (Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang)
-. Dr. Lintang Ratri Ramhiaji (Pandu Literasi Digital Semarang)
-. Kanti Nuarisha (Psikolog Anak dan Keluarga)
-. Mikail Ziva (Duta Generasi Berencana Kota Semarang 2025).
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMA di Semarang tidak hanya mahir mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kecerdasan dalam menyaring informasi di ruang siber.

Komentar