BERITASEMARANG.ID – Komitmen Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dalam menerapkan prinsip keberlanjutan membuahkan apresiasi internasional. Bandara kebanggaan warga Jawa Tengah ini berhasil menyabet penghargaan bergengsi ASEAN Energy Awards 2025 untuk kategori ASEAN Energy Efficiency and Conservation Best Practices Awards – Green Building (Large Category) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (20/4).
Penghargaan yang diselenggarakan oleh ASEAN Centre for Energy (ACE) ini merupakan pengakuan tertinggi di kawasan Asia Tenggara bagi instansi yang dinilai sukses melakukan inovasi, efisiensi, serta pengelolaan energi terbarukan.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Sulistyo Yulianto, mengungkapkan bahwa prestasi ini adalah hasil dari konsistensi bandara dalam mengusung konsep eco-airport. Menurutnya, operasional bandara kini sangat mengedepankan efisiensi energi dan konservasi lingkungan.
”Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen kami dalam mengoptimalkan penggunaan energi, pemanfaatan pencahayaan alami, hingga pengelolaan bangunan yang berorientasi ramah lingkungan,” ujar Sulistyo.
Salah satu pilar utama kemenangan ini adalah penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 kWp yang terpasang di atap gedung administrasi dan gedung Main Power House. Sepanjang tahun 2025, PLTS tersebut tercatat mampu memproduksi energi sebesar 132.930 kWh untuk menyuplai kebutuhan listrik internal.
Selain itu, bandara juga menerapkan teknologi cerdas seperti:
Fitur Sleep Mode: Diterapkan pada lift, eskalator, dan travelator untuk menghemat daya saat tidak digunakan.
Efisiensi Suhu: Penggunaan kaca bangunan khusus yang mampu mereduksi panas namun tetap mengoptimalkan cahaya alami, sehingga beban penggunaan pendingin ruangan (AC) berkurang.
Lampu LED: Penggunaan penerangan hemat energi di seluruh area bandara.
Tak hanya soal listrik, Bandara Jenderal Ahmad Yani juga unggul dalam pengelolaan air melalui teknologi Reverse Osmosis (RO). Teknologi ini mampu mengubah air hujan dan air payau menjadi air bersih.
Data tahun 2025 menunjukkan, sistem ini telah mengolah 1.920 m³ air hujan dan 243 m³ air payau. Bahkan, sistem recycle tank berhasil memproduksi 17.000 m³ air hasil olahan yang digunakan kembali untuk keperluan flushing toilet dan penyiraman taman.
”Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen kami. Kami akan terus berinovasi untuk menghadirkan operasional bandara yang ramah lingkungan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada pengguna jasa,” tegas Sulistyo.
Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi Bandara Jenderal Ahmad Yani dalam mendukung agenda global pembangunan berkelanjutan dan penurunan emisi karbon di sektor transportasi udara.

Komentar