BERITASEMARANG.ID – Menghadapi periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) resmi mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) RAFI mulai 9 Maret hingga 1 April 2026. Langkah strategis ini diambil guna menjamin kelancaran pasokan energi bagi pemudik di wilayah Jawa Tengah dan DIY, di mana konsumsi bahan bakar jenis gasoline diprediksi akan melejit hingga 30 persen.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Fanda Chrismianto, mengungkapkan bahwa arus mudik tahun ini memiliki karakteristik unik dengan dua puncak kepadatan. Puncak pertama diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret karena bertepatan dengan libur sekolah, sementara gelombang kedua diprediksi menyusul pada 18-20 Maret 2026.
Untuk mengawal pergerakan jutaan kendaraan, Pertamina mengusung empat pilar layanan utama: Layanan Energi, Wilayah Atensi, Layanan Promosi, dan Layanan Tambahan. Fokus utama diarahkan pada titik-titik krusial seperti jalur tol, Pantai Utara (Pantura), jalur selatan, serta kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan volume kendaraan hingga 130 persen.
”Kami menyiagakan infrastruktur tambahan yang sangat masif, mulai dari 309 SPBU yang beroperasi 24 jam, 22 unit Motoris untuk pengantaran BBM di titik kemacetan parah, hingga 1.033 Agen LPG Siaga,” ujar Fanda. Selain itu, terdapat 21 unit Modular di 13 titik strategis dan 11 Kios Pertamina untuk memecah antrean panjang di SPBU utama.
Berdasarkan data proyeksi, wilayah Semarang dan Salatiga akan mengalami dinamika konsumsi yang signifikan. Konsumsi gasoline (Pertamax Series) di Kota Semarang diperkirakan naik dari rata-rata 1.042,77 KL per hari menjadi 1.230,47 KL. Kenaikan serupa sebesar 18 persen juga diprediksi terjadi di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga.
Sebaliknya, konsumsi gasoil (Dex Series/Solar) justru diprediksi turun sekitar 6 persen di ketiga wilayah tersebut. Hal ini sejalan dengan pembatasan operasional angkutan barang non-logistik selama masa mudik. Sementara itu, untuk sektor rumah tangga, konsumsi LPG di wilayah Semarang Raya diperkirakan meningkat rata-rata 10 persen guna memenuhi kebutuhan memasak masyarakat selama Lebaran.
Region Manager Supply & Distribution JBT, Priyo Djatmiko, memastikan bahwa ketahanan stok BBM dan LPG dalam kondisi sangat aman dengan cakupan rata-rata 15 hari ke depan. Pertamina juga memanfaatkan teknologi Integrated Enterprise Data & Center Command untuk memantau pergerakan mobil tangki secara real-time, terutama di jalur yang rawan bencana dan kemacetan.
Langkah proaktif ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kepala Dinas ESDM Jateng, Agus Sugiharto, menyatakan pihaknya membuka posko 24 jam untuk memantau distribusi energi dan mengawasi agar harga LPG 3 kg tetap stabil sesuai aturan di lapangan.
Ketua Hiswana Migas, Agung Karnadi, mengimbau masyarakat agar melakukan pengisian BBM secara maksimal sebelum memulai perjalanan jauh. Ia juga menyarankan pemudik memanfaatkan transaksi non-tunai melalui aplikasi MyPertamina untuk mempercepat proses layanan dan mengurangi antrean.
”Kami juga memohon agar masyarakat memberikan ruang bagi mobil tangki Pertamina di jalan raya. Kelancaran distribusi mereka adalah kunci agar energi sampai ke pelosok daerah tepat waktu,” tutup Agung.

Komentar