BERITASEMARANG.ID — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, resmi dinobatkan sebagai Tokoh Penggerak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif dalam ajang Top Regional Leader 2026. Penghargaan bergengsi ini diselenggarakan oleh Disway National Network di Hotel JW Marriott, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026).
Ajang yang dirangkai dengan Leadership Forum dan Awarding Ceremony ini mengusung tema “Mendorong Daerah Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Nasional”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Founder Disway National Network, Dahlan Iskan.
Merespons pencapaian ini, Ahmad Luthfi mengaku penghargaan tersebut menjadi pelecut motivasi bagi dirinya dan jajaran Pemprov Jateng untuk terus meningkatkan pembinaan terhadap sekitar 4,2 juta UMKM di wilayahnya.
”Ini inspirasi untuk seluruh kepala daerah agar lebih kreatif dalam menciptakan terobosan di tengah situasi keterbatasan fiskal,” ujar Luthfi.
Sektor UMKM Jateng Serap 1,38 Juta Tenaga Kerja
Berdasarkan data triwulan I tahun 2026, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah tercatat membina secara intensif sebanyak 199.781 UMKM. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 1.001 unit usaha dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara rinci, ribuan UMKM binaan tersebut bergerak di berbagai sektor strategis:
-. Sektor Produksi: 81.595 unit
-. Sektor Perdagangan: 67.595 unit
-. Sektor Pertanian: 28.586 unit
-. Sektor Jasa: 22.005 unit
Ekosistem UMKM ini terbukti menjadi bantalan ekonomi yang kuat dengan menyerap sekitar 1,38 juta tenaga kerja, mencatatkan nilai aset sebesar Rp39,675 miliar, serta menghasilkan omzet mencapai Rp70,6 miliar.
Strategi Pemprov Jateng: Digitalisasi hingga Akses KUR Rp361 Triliun
Keberhasilan Jawa Tengah tidak lepas dari komitmen berkelanjutan dalam memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha. Pemprov Jateng berfokus pada empat pilar utama: kemudahan akses permodalan, peningkatan kualitas SDM (pelatihan dan legalitas), pembukaan pasar baru, serta digitalisasi perizinan dan pemasaran.
Selain itu, transparansi data dipantau ketat melalui portal satu data Dinas Koperasi dan UKM serta aplikasi Silap CSR. Langkah konkret juga terlihat dari realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah yang telah menembus angka Rp361,36 triliun untuk 10,31 juta debitur.
Melejitnya Ekonomi Kreatif dan Pengakuan UNESCO
Tidak hanya UMKM, sektor ekonomi kreatif (ekraf) Jawa Tengah juga menunjukkan taji di level nasional hingga internasional. Saat ini, Jateng telah memiliki 14 Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) yang ditetapkan oleh Kemenparekraf RI.
Beberapa daerah menonjol di antaranya Kabupaten Grobogan (kuliner), Kabupaten Pati (seni pertunjukan), dan Kabupaten Cilacap (animasi/film). Bahkan, Kota Surakarta dan Kota Semarang telah resmi diakui dunia sebagai anggota UNESCO Creative City Networks (UCCN) untuk kategori Crafts & Folk-Art (kerajinan dan seni rakyat).
Untuk mengawal ekosistem ini, 29 Kabupaten/Kota di Jateng kini telah memiliki Komite Ekonomi Kreatif. Pemerintah daerah juga gencar mengembangkan creative hub Jateng guna mengoptimalkan sarana digital dan menjawab kebutuhan generasi Z.
”Kita bina (UMKM dan Ekonomi Kreatif) sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat di tingkat kecil. Secara tidak langsung ini akan menambah kuatnya ekonomi daerah,” tegas Luthfi.
Dahlan Iskan: Lahir Kepala Daerah Istimewa di Situasi Sulit
Sementara itu, Founder Disway Network, Dahlan Iskan, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk dukungan nyata bagi para kepala daerah yang konsisten mengawal otonomi daerah di tengah tantangan global yang tidak mudah.
”Kita memberikan penghargaan ini karena di saat paling sulit tetap akan lahir beberapa kepala daerah yang istimewa. Ini salah satu pembelajaran terbaik untuk kajian efisiensi dan skala prioritas,” tutur Dahlan Iskan menutup acara.

Komentar