Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Dukung Perayaan Cap Go Meh 2026 Tingkat Jateng

BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Perayaan Cap Go Meh 2026 tingkat provinsi yang akan digelar di kawasan Manyaran, Kota Semarang, pada Minggu, 15 Maret 2026.

​Dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gema Sadhana Jawa Tengah di Kota Semarang, Jumat (13/3/2026).

​Simbol Persatuan Lintas Komunitas

​Ketua DPD Gema Sadhana Jateng, Hocking Susanto, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini dirancang sebagai ruang kebersamaan lintas komunitas. Acara ini merupakan kali pertama Gema Sadhana menyelenggarakan perayaan Cap Go Meh di level provinsi.

​“Kami mengundang seluruh pengurus kelenteng dan vihara Tri Dharma se-Jawa Tengah, serta paguyuban suku marga Tionghoa. Harapannya, acara ini menjadi simbol persatuan dan harmoni Indonesia,” ujar Hocking.

​Menanggapi undangan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan kesiapannya untuk hadir secara langsung guna memperkuat semangat keberagaman di Jawa Tengah.

Jawa Tengah Juara 1 Penyaluran Kredit Perumahan Rp2,3 Triliun, Menteri PKP Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi

​“Oke, saya datang. Apalagi yang perlu kita dukung?” tegas Luthfi di sela audiensi.

​Dorong Kelenteng Welahan Jadi Cagar Budaya

​Selain membahas persiapan Cap Go Meh, pertemuan tersebut juga menyoroti potensi budaya sejarah di Jawa Tengah. Salah satu yang mencuat adalah keberadaan Kelenteng Welahan di Kabupaten Jepara yang telah berdiri selama kurang lebih 400 tahun.

​Kelenteng ini memiliki nilai sejarah unik karena dikenal sebagai tempat pengobatan tradisional. Bahkan, terdapat cerita rakyat yang menyebutkan bahwa pahlawan nasional RA Kartini pernah berobat dan sembuh di sana saat masih kecil.

​Merespons fakta sejarah tersebut, Gubernur Luthfi mengarahkan Gema Sadhana untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

  • Instruksi Gubernur: Meminta agar segera diusulkan kepada Bupati Jepara untuk ditetapkan secara resmi sebagai Cagar Budaya.

​Optimalkan Potensi Budaya Lintas Kepercayaan

​Sejalan dengan Gubernur, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jateng, Hanung Triyono, menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan kekayaan budaya dari berbagai aliran kepercayaan.

Tradisi Bodo Ketupat Dusun Juwono: Rawat Guyub lan Spiritualitas ing Tengah Geliat Kota Semarang

​“Ke depan akan kami optimalkan dari sisi kebudayaan. Jika kegiatan ini bisa berkelanjutan, kami berencana memasukkannya ke dalam agenda tahunan resmi Jawa Tengah,” kata Hanung.

​Perayaan Cap Go Meh 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni keagamaan dan budaya, tetapi juga penggerak roda ekonomi kreatif serta daya tarik pariwisata berbasis toleransi di Jawa Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement