Ekonomi

Cuaca Ekstrem dan Persiapan Ramadan Picu Penurunan Kunjungan Wisatawan ke Jawa Tengah

BERITASEMARANG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah melaporkan adanya tren penurunan jumlah kunjungan wisatawan, baik mancanegara (wisman) maupun nusantara (wisnus), selama periode Februari 2026. Faktor cuaca ekstrem dan persiapan masyarakat menyambut bulan suci Ramadan ditengarai menjadi penyebab utama lesunya pergerakan wisata di wilayah ini.

​Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, DR. Ali Said, M.A., mengungkapkan bahwa penurunan ini terlihat merata pada berbagai indikator pariwisata, mulai dari pintu masuk kedatangan hingga Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel.

​Pada Februari 2026, tercatat hanya ada 1.829 kunjungan wisman ke Jawa Tengah. Mayoritas wisatawan masuk melalui Bandara Ahmad Yani, sementara pintu masuk Pelabuhan Tanjung Emas hanya mencatatkan 8 kunjungan.

  • Asal Negara Terbesar: Tiongkok, diikuti oleh Malaysia, Singapura, India, dan Thailand.

​Penurunan signifikan juga terjadi pada pergerakan wisatawan domestik. Mobilitas masyarakat yang menahan diri untuk bepergian berdampak langsung pada angka perjalanan bisnis dan wisata.

  • Keluar Jawa Tengah: Tercatat 10,96 juta perjalanan, turun 4,68% dibandingkan Januari 2026.
  • Masuk ke Jawa Tengah: Mencapai 11,31 juta perjalanan, turun 5,42% dibandingkan bulan sebelumnya.
  • Penyebab: “Akibat cuaca ekstrem serta persiapan menjelang bulan Ramadan membuat masyarakat menahan diri untuk bepergian,” ujar Ali Said dalam rilis virtual, Rabu (1/4/2026).

​Menariknya, dari total kunjungan ke Jawa Tengah, sebanyak 8,14 juta perjalanan merupakan perjalanan intra-provinsi (antar kabupaten/kota di dalam Jawa Tengah sendiri).

MUI Jateng Serukan Umat Islam Baca Qunut Nazilah, Kutuk Agresi AS-Israel terhadap Iran

​Meski secara umum menurun, Kota Semarang tetap mengukuhkan posisinya sebagai pusat pergerakan wisata di Jawa Tengah:

  1. Daerah Asal Terbesar: Kota Semarang menyumbang 1,26 juta perjalanan (share 11,51%).
  2. Daerah Tujuan Terbesar: Sebanyak 1,13 juta perjalanan bertujuan ke Kota Semarang.

​Selain Semarang, wilayah seperti Sukoharjo, Karanganyar, Kota Surakarta, dan Kabupaten Banyumas tetap menjadi daerah tujuan utama bagi wisatawan nusantara.

​Lesunya jumlah wisatawan berdampak linear pada performa perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Jawa Tengah pada Februari 2026 tercatat sebesar 28,27%, mengalami penurunan sebesar 3,43 poin dibandingkan Januari 2026.

  • TPK Hotel Bintang: 28,27% (Turun 3,43 poin).
  • TPK Hotel Non-Bintang: Turun 4,98 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
  • Rata-rata Lama Menginap: Wisatawan cenderung hanya menginap selama 1 hingga 2 malam (rata-rata 1,35 malam), relatif stabil dengan fluktuasi tipis dibandingkan tahun sebelumnya.

​BPS berharap kondisi pariwisata akan kembali bergairah pasca-Ramadan dan seiring dengan membaiknya kondisi cuaca di wilayah Jawa Tengah.

MUI Jateng Perkuat Peran Fatwa dan Kolaborasi untuk Entaskan Kemiskinan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement