Semarang Serambi Islam

Pererat Silaturahmi, Warga RW 27 Tlogosari Kulon Gelar Halal Bihalal di Kampung Kecil Pedurungan

BERITASEMARANG.ID – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti acara Halal Bihalal yang digelar oleh warga RW 27 Kelurahan Tlogosari Kulon pada Minggu (5/4/2026). Bertempat di Rumah Makan Kampung Kecil, Pedurungan, Kota Semarang, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerukunan antarwarga setelah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Lurah Tlogosari Kulon, Hananto Lesworo, Ketua RW 27 Donny Suhardjo beserta jajaran pengurus, Pengurus PKK RW 27, Ketua RT 1 hingga RT 21, Majelis Ta’lim Khoirunnisa, serta tokoh masyarakat setempat.

​Semangat Kebersamaan dan Silaturahmi

Sugiyanto, Ketua RT 15 yang bertindak sebagai tuan rumah, membuka acara dengan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan. Ia berharap pertemuan ini membawa manfaat bagi seluruh lingkungan RW 27.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua RW 27, Donny Suhardjo menekankan, bahwa Halal Bihalal adalah warisan budaya yang harus dijaga.

OJK Perkuat Perlindungan Konsumen: Fokus pada Transparansi Produk dan Literasi Digital

​”Ini adalah tradisi kita untuk saling memaafkan. Selain mempererat tali silaturahmi, acara ini adalah ruang untuk melebur kesalahan di antara kita semua,” ungkapnya.

​Sementara itu, Lurah Tlogosari Kulon, Hananto Lesworo, memberikan pesan mendalam mengenai etika bersosialisasi. Ia mengingatkan agar warga menjaga sikap santun sebagaimana berada di tempat ibadah.

“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi,” tuturnya mengutip esensi ajaran agama.

​Tausiyah: Menuju Hidup yang Berkah

​Puncak acara diisi dengan tausiyah menyejukkan oleh Ustadz Furqon S.Ag. Beliau mengajak warga untuk meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW agar seluruh potensi di RW 27 dapat bersatu padu menciptakan lingkungan yang kompak dan guyub rukun.

Sinergi Pertamina dan Polda Jateng, Ungkap Penyalahgunaan LPG 3 Kg di Semarang dan Karanganyar

​Ustadz Furqon juga memaparkan dua ciri hidup yang berkah:

-. ​Hati yang Tenang: Menerima amanah dan menjalani hidup dengan ikhlas akan mendatangkan ketenangan pikiran.

-. ​Rezeki yang ‘Nyumur’: Rezeki yang tidak harus melimpah secara angka, namun selalu cukup dan mengalir untuk memenuhi kebutuhan.

​”Hidup yang berkah adalah hidup yang membawa kebahagiaan, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” pesan Ustadz Furqon.

​Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Furqon, memohon keberkahan dan perlindungan untuk seluruh warga. Sebagai simbol kebersamaan, seluruh tamu undangan kemudian menikmati ramah tamah dan makan bersama dalam suasana yang santai dan penuh tawa.

Padukan Gaya Hidup dan Olahraga, Run The City by Grand Filano Sukses “Guncang” Kota Kretek Kudus

​Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan kerukunan warga RW 27 Tlogosari Kulon semakin solid dan menjadi teladan bagi lingkungan lainnya di Kota Semarang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement