BERITASEMARANG.ID – Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Road To Pekan Reksadana” di Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah, Jalan Kyai Saleh, Kota Semarang, Kamis (9/4/2026). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya dalam instrumen reksa dana, bagi masyarakat di Jawa Tengah.
Ketua Panitia Sosialisasi dan Edukasi (SOSEDU) APRDI 2026, Gresia Kusyanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional bertajuk “Reksadana Aja” dan program “Pintar Reksadana” (Program Investasi Terencana dan Berkala) yang didukung penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI).
Investasi Terjangkau dan Aman
Dalam paparannya, Gresia menekankan bahwa reksa dana kini menjadi produk yang sangat ramah bagi investor pemula. Salah satu keunggulan utamanya adalah aksesibilitas yang sangat terjangkau, di mana masyarakat sudah bisa mulai berinvestasi hanya dengan nominal Rp10.000.
”Daripada uang mengendap di rekening tabungan yang bunganya seringkali lebih kecil dibanding biaya administrasi, lebih baik ditempatkan di reksa dana pasar uang. Instrumen ini sangat cocok bagi pemula karena risikonya rendah dan likuiditasnya tinggi, bisa dibeli atau dijual kapan saja,” ujar Gresia di hadapan peserta edukasi.
Ia juga menjamin keamanan dana investor karena aset reksa dana disimpan di Bank Kustodian, bukan dipegang langsung oleh Manajer Investasi (MI). Sehingga, jika terjadi sesuatu pada perusahaan MI, dana nasabah tetap aman dan tercatat di bank yang telah mendapatkan izin OJK.
Keunggulan Reksa Dana: Bebas Pajak dan Profesional
Selain murah, reksa dana menawarkan berbagai keuntungan lain yang tidak dimiliki oleh instrumen investasi tradisional seperti deposito. Salah satunya adalah statusnya yang bukan merupakan objek pajak.
”Hasil investasi yang diterima investor sudah bersih dan tidak dipotong pajak lagi, berbeda dengan bunga deposito yang dikenakan pajak sebesar 20%. Ini membuat nilai imbal hasil reksa dana menjadi lebih optimal untuk melawan inflasi,” tambahnya.
Proses pengelolaannya pun dilakukan secara profesional oleh Manajer Investasi yang ahli di bidangnya. Hal ini memudahkan masyarakat yang ingin berinvestasi namun tidak memiliki waktu atau keahlian untuk memantau pergerakan pasar saham atau obligasi secara mandiri setiap hari.
Menuju Peluncuran Kampanye Nasional
Kegiatan di Semarang ini merupakan rangkaian menuju kick-off kampanye nasional yang akan dilaksanakan pada 27 April 2026 mendatang di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. APRDI bersama OJK berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat agar tidak hanya sekadar ikut-ikutan tren (FOMO), tetapi memiliki pemahaman yang matang sebelum menempatkan dana mereka.
Pada Kuartal II dan III tahun 2026 ini, APRDI fokus mengampanyekan Reksa Dana Pasar Uang. Sementara itu, pada Kuartal IV mendatang, fokus akan beralih pada edukasi Reksa Dana Syariah bagi masyarakat yang lebih mengedepankan prinsip-prinsip syariah dalam berinvestasi.
Kompetisi Menulis Artikel
Sebagai bentuk apresiasi dan upaya memperluas edukasi, APRDI juga mengajak para peserta dan masyarakat luas untuk mengikuti lomba menulis artikel bertema investasi reksa dana. Terdapat beberapa pilihan tema, mulai dari dasar-dasar investasi hingga strategi menghadapi pasar modal. Kompetisi ini berlaku secara nasional dengan total hadiah jutaan rupiah yang menarik bagi para pemenang.
”Kami percaya kreativitas masyarakat dalam menyampaikan pesan edukasi sangat luar biasa. Melalui lomba ini, kami berharap informasi mengenai manfaat reksa dana dapat tersebar lebih luas dan akurat,” pungkas Gresia.

Komentar